Journal Reportase
News

GEMA PUAN Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Semua Mantan Presiden Termasuk Soeharto

JAKARTA, JOURNALREPORTASE – Generasi Muda Pejuang Nusantara (GEMA PUAN) menyatakan dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada seluruh mantan Presiden Republik Indonesia, termasuk Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Ketua Umum GEMA PUAN sekaligus aktivis 98, Ridwan, mengatakan dukungan tersebut diberikan setelah melalui proses refleksi dan pertimbangan panjang, termasuk menimbang sisi historis dan kontribusi setiap pemimpin terhadap perjalanan bangsa.

“Saya memahami bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto menimbulkan pro dan kontra, terutama di kalangan aktivis 98 yang dulu berjuang melawan rezimnya. Namun setelah menganalisa secara objektif, saya mendukung Soeharto mendapat gelar tersebut,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Selasa (4/11/2025).

Ridwan Ketua Umum GEMA PUAN

Ridwan mengakui, selama masa kepemimpinannya, Soeharto memiliki banyak jasa dalam membangun Indonesia, terutama di bidang pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional.

“Tak bisa dipungkiri, banyak sekali jasa Soeharto dalam membawa Indonesia ke arah yang lebih baik melalui proses pembangunan yang berlandaskan prinsip kestabilan keamanan negara,” katanya.

Meski demikian, Ridwan juga tidak menutup mata terhadap catatan kelam di masa Orde Baru, termasuk persoalan pelanggaran HAM serta praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Namun, ia menilai bangsa Indonesia perlu mengedepankan sikap memaafkan dan menghargai jasa para pemimpin terdahulu.

“Kita adalah bangsa yang menganut prinsip pemaaf. Setiap pemimpin pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tidak mudah memimpin bangsa sebesar Indonesia dengan keragaman suku, agama, dan budaya,” ujarnya.

Menurutnya, langkah rekonsiliasi nasional penting untuk menghindari dendam politik masa lalu yang berpotensi menghambat kemajuan bangsa.

“Lebih baik menatap ke depan. Hilangkan dendam politik yang justru bisa memecah persatuan sesama anak bangsa,” tegasnya.

Ridwan menambahkan, masih banyak masyarakat yang menjadi loyalis dan pendukung Soeharto hingga kini. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan sebagai modal sosial menuju Indonesia Emas 2045.

“Suka atau tidak, pendukung Soeharto masih banyak. Jangan biarkan perbedaan pandangan membuat bangsa ini terpecah. Persatuan dan kesatuan harus tetap kita jaga,” pungkasnya. ***

Related posts

DPRD Maluku Soroti Anjloknya Pendapatan Pasar Mardika

JournalReportase

Profil 3 Jurnalis Jebolan IISIP yang Dijagokan Jadi Ketua Forum Wartawan Polri Periode 2022-2024

JournalReportase

Hillary Brigitta Lasut Tantang Erick Thohir Perbaiki Pelayanan di PT ASABRI

JournalReportase

Leave a Comment