JAKARTA, Journalreportase – Film bertajuk horor komedi berjudul Pesugihan Sate Gagak siap dirilis pada 13 November mendatang. Film yang dibintangi oleh Ardit Erwandha, Yono Bakrie, dan Benidictus Siregar disebut akan mengocok perut para penonton.
Diketahui film ini bercerita tentang Anto (Ardit Erwandha), Dimas (Yono Bakrie), dan Indra (Benidictus Siregar) yang capek miskin dan bosan hidup susah. Demi jalan pintas menuju kaya, mereka malah mencoba ritual pesugihan yang mereka anggap paling minim risiko: jualan sate daging gagak untuk pelanggan dari dunia lain alias Pesugihan Sate Gagak!
Nuugro Agung, penulis cerita Pesugihan Sate Gagak, mengungkap bahwa ide film ini berangkat dari kisah nyata tentang ritual pesugihan yang memang pernah terjadi di sekitar lingkungannya.
“Ide cerita film ini dari aku. Tentang pesugihan sate gagak pakai burung gagak, bukan tumbal manusia. Cuma kalau satenya enak dan setannya suka, akan ketagihan, akan nagih terus-terusan,” jelas Agung.
Cerita yang ditulis Agung kemudian diterjemahkan ke dalam film oleh Etienne Caesar dan Dono Pradana yang duduk di bangku sutradara. Dari sisi penyutradaraan, Pesugihan Sate Gagak diolah dengan pendekatan komedi yang bisa diterima oleh banyak orang.
Sutradara Etienne Caesar menuturkan bahwa sejak awal ia ingin menciptakan film yang tidak hanya lucu dan
menyeramkan, tetapi juga dapat dinikmati oleh banyak kalangan.
“Buat saya pribadi, statement-nya adalah horor ini harus bisa dinikmati oleh berbagai macam
kalangan. Jadi, bagaimana caranya supaya semua orang bisa menikmati film ini. Kalau dulu, zaman saya kecil, kita sering ditakut-takuti lewat film horor. Tapi sekarang, saya ingin
menghadirkan film komedi-horor yang bisa jadi hiburan dan bisa dinikmati semua orang,” ujarnya.
Dalam trailer yang ditonton memang nampak beberapa scene menampilkan komedi yang absurd. Diantaranya adalah saat ketiga pemeran utama berjualan sate gagak dan salah satu syaratnya diharuskan bertelanjang full tanpa menggunakan sehelai benang pun.
“Jujur dalam scene ini “telanjang” ini hanya satu pemeran yang layak dipandang yakni Ardhit dua sisanya Yono dan Benedictus jijik ngeliatnya,” ujar sutradara yang disambut gelak tawa penonton.
