Journal Reportase
Breaking News

Aliansi Pecinta Ulama Nusantara Menuntut Tindakan Tegas Aparat Kepolisian Terkait Kasus Kekerasan Yang Dialami Kyai TB Moggi

Aliansi Pecinta Ulama Nusantara Menuntut Tindakan Tegas Aparat Kepolisian

Journalreportase, – Tindakan keras yang disampaikan oleh Gus Rofi dan kelompok Aliansi Pecinta Ulama Nusantara antara lain Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Pejuang Walisongo Indonesia (PWI), Kesultanan Banten, dan Jam’iyah Walisongo Nusantara (JAWARA) di hadapan para awak media Minggu, 11 Agustus 2024 di Rumah makan Rawon Bidadari Lebak bulus Jakarta,  mencerminkan keprihatinan yang mendalam terhadap kekerasan yang menimpa para ulama dan anggota Banser NU.

Dalam penyataan Sikapnya Gus Rofi yang didampingi Buya Munawir Al Qosimi, Kyai M.Yusuf Hidyat serta Kyai TB Moggi Nurfadhil menuntut tindakan tegas dari aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan menyelidiki siapa yang berada di balik kejadian tersebut, guna menjamin ketertiban dan kedamaian, terutama di tengah tahun politik yang sensitif ini.

Aliansi ini juga menekankan pentingnya menyerahkan masalah ini kepada pihak berwajib agar hukum bisa ditegakkan secara adil. Mereka juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui diskusi dan dialog yang didasarkan pada ilmu dan data, bukan dengan kekerasan atau provokasi.

Pernyataan ini merupakan respons atas serangan yang terjadi di Cikarang Utara, di mana mobil Rois Syuriah NU Cikarang yang didalamnya terdapat Kyai TB Moggi beserta istri dirusak sekelompok orang dan anggota Banser yang berusaha mengamankan dipukul oleh sekelompok orang tersebut atas kejadian itu Aliansi Pecinta Ulama Nusantara berencana membawa kasus ini ke jalur hukum untuk memastikan keadilan ditegakkan.

Ketua BKN, Gus Rofi dalam kesempatannya mengungkapkan bahwa serangan tersebut terkait dengan upaya mencari KH Imaduddin, yang dianggap memberikan pandangan baru yang kontroversial mengenai hubungan habib-habib di Indonesia dengan Nabi Muhammad SAW. Gus Rofi menegaskan bahwa seharusnya perbedaan pendapat diselesaikan dengan cara yang lebih intelektual, bukan dengan kekerasan.

Tindakan ini adalah upaya untuk menjaga kehormatan dan keamanan ulama serta anggota organisasi Islam di Indonesia, sekaligus mengingatkan semua pihak tentang pentingnya kedamaian dan toleransi di tengah perbedaan pandangan. (AA)

Related posts

tangkap Jaringan  Pengedar Narkoba  Polisi Sita Puluhan Ribu Pil Ekstasi

redaksi JournalReportase

Resmob Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembunuhan Dikamar Kost Pacarnya

redaksi JournalReportase

Tinjau Terminal Purabaya Bungurasih, Kapolri ke Sopir Bus: Hati-Hati dan Jaga Keselamatan Pemudik

redaksi JournalReportase

Leave a Comment