Journal Reportase
Breaking News

Misteri Empat Mayat di Citra Garden, Kapolsek : Semasa Hidup Terkesan Tertutup Tidak Bersosialisasi Dengan Warga

Wali Kota Jakarta Barat Minta Masyarakat Tidak Berasumsi Penyebab Kematian Satu Keluarga. Kita ini jangan sampai terjebak oleh diksi tentang kelaparan. Kematiannya masih dalam penyelidikan Polisi.”

JAKARTA- JOURNALREPORTASE- Polsek Kalideres melakukan pemeriksaan kepada perwakilan keluarga dari Empat orang warga yang ditemukan meninggal dalam kondisi membusuk di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11) malam.

Dari pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa korban terkesan menjauhkan diri dari keluarga inti.

Sebelumnya diketahui bahwa 4 warga Kalideres yang telah menjadi mayat dan mengeluarkan bau tak sedap pertama kali tercium oleh petugas PLN yang hendak akan memutuskan instalasi listrik, lanyaran bau busuk kemudian, petugas PLN menghubungi Ketua RT 7 RW 16 bernama Asiung.

“Kejadian di hari Kamis tanggal 10 November sekira pukul 18.00 di perumahan Citra 1 Kalideres yang mana ditemukan oleh warga sekitar pak RT mencium bau, sehingga timbul kecurigaan dan memanggil pihak kepolisian dan secara bersama sama membuka rumah,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (11/11), lalu

Empat mayat berada di posisi yang berbeda-beda atau tidak berkumpul di satu titik. “Dilakukan pembukaan secara paksa dan ditemukan ada empat mayat, dua laki-laki dan dua perempuan yang berbeda beda posisinya, ada yang di belakang ada di kamar tengah dah ada di ruang tamu,” kata Pasma.

Pasma mengatakan dari keempat mayat, tiga orang sudah berumur diatas 60 tahun atau bisa disebu lanjut usia. ” RY (71), RN (68), dan DF adalah anaknya perempuan (42 ) dan DG (69) merupakan ipar dari bapaknya,” ucap Pasma.

Hasil pemeriksaan polisi menyebut tidak ada luka bekas kekerasan dalam tubuh ke empat warga. “Anggota yang menyaksikan hasil pemeriksaan, bahwa terhadap empat mayat tersebut tidak ditemukan tanda kekerasan,” kata Pasma.

Kemudian dalam pemeriksaan kepada keluarga, kata Kapolsek Kalideres Syafri Widar 4 orang dalam satu keluarga ini terkesan tertutup dan menjauhkan diri dari keluarga inti. “Bertemu terakhir 5 tahun lalu, hanya sebatas mengucapkan selamat ulang tahun,”ucap Syafri, Sabtu (13/11).

Tak hanya dengan keluarga, empat korban tersebut juga tertutup di lingkungan perumhan. Dari keterangan sejumlah saksi, warga sekitar tak begitu tahu dan mengenal satu keluarga yang ditemukan tewas ini.

“Keluarga ini memang tertutup, tidak bersosialisasi dengan warga sekitar,” lanjut Syafri.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko meminta masyarakat tidak berasumsi terkait penyebab kematian satu keluarga di dalam rumah Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis 10 November 2022. “Kita ini jangan sampai terjebak oleh diksi tentang kelaparan ya,” kata Wahyu dalam keterangan pers usai mendatangi kediaman para korban bersama Kapolsek Kalideres, Sabtu (12/11/2022).

Yani menyebutkan, hasil pemeriksaan autopsi salah satu cara untuk mengungkap penyebab kematian para korban. Namun, bukan hanya dilihat dari sisi sari-sari makanan. “Tapi juga zat-zat yang ada di dalam kandungan,” ujar dia.

Yani membeberkan kembali hasil penyelidikan diantaranya tidak ditemukan bahan pangan di area rumah. “Galon-galon air tidak ada. Dan di dalam kulkas yang ada juga kosong,” ujar dia.

Tapi, kata dia bukan berarti korban tidak memiliki pangan. “Karena sebelahnya juga tetangganya jualan dan rumahnya juga kita lihat seperti ini ya,” tandas dia.

Yani menjelaskan, waktu kematian para korban berbeda-beda. Artinya, korban tidak serta-merta empat korban meninggal secara bersamaan. Menurut informasi, yang meninggal bapak, kemudian ibu, disusul paman dan anak.

“Ada proses ya. Bapaknya meninggal informasi yang saya dapat hanya disikapi dengan hanya ditaburi kapur barus. Kemudian berikutnya yang meninggal adalah ibunya, itu juga disikapi seperti itu. Yang ketiga adalah pamannya, baru yang terakhir anaknya,” ujar dia.

Karenanya, Yani mengaku masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian. Menurut dia, motif kematian korban masih menjadi tanda tanya dibenaknya.

“Nah inikan ada sesuatu gitu yah yang memang apa motif, sebab sebab kematiannya tentu ini masih dalam penyelidikan pihak Polisi.

Sumber : Humas Polres Metro Jakarta Barat

Related posts

Peringati Sumpah Pemuda, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy Bersama BS IX feat Jokowi Rilis Single ‘Indonesiaku’

journalreportase

Spesialis Pencuri Ranmor Tewas Diterjang Peluru, Satu Pelaku Masih Diburu

JournalReportase

Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Lapangan Tembak Polda Metro Jaya Telan Biaya Rp 36,7 Miliar

JournalReportase

Leave a Comment