JAKARTA – JOURNAL REPORTASE – Hadirnya pembangunan retail Alfa Mart di Jalan Kebagusan Raya RT.07/RW.06 Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mendapat reaksi dan protes keras dari warga dan tokoh masyarakat setempat.
Pasalnya pembangunan Alfa Mart yang dinilai bermasalah dan ditengarai tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan melanggar Garis Sempadan Jalan (GSJ) dan Garis Sempadan Bangunan (GSB) itu, juga dapat mematikan usaha mereka, selaku pedagang kecil UMKM.
Hasil pengamatan di lapangan, bangunan Alfa Mart di Jalan Kebagusan Raya itu, sudah di Segel, tapi masih saja melanjutkan pekerjaan pembangunan, dan dikebut biar cepat selesai.

Akibat pembangunan dan kehadiran Alfa Mart di tengah-tengah pemukiman warga yang notabene banyak pedagang kecil UMKM ini, tak pelak membuat warga dan tokoh masyarakat setempat menjadi geram. Karena tempat usaha mereka diperkirakan bakal mati atau gulung tikar.
Salah satunya datang dari warga berinisial Far, pemilik warung di Jalan Kebagusan Raya. Dan Mud (inisial) juga seorang pedagang kecil di sekitar lokasi proyek pembangunan Alfa Mart.
Baik Far maupun Mud, bersama warga lainnya akan berupaya melaporkan masalah ini kepada Walikota Jakarta Selatan dan Gubernur DKI Jakarta.
“Kami meminta dan menuntut, agar proyek pembangunan Alfa Mart di sekitar lokasi tempat kami berusaha, agar di stop atau dihentikan. Karena kehadiran retail Alfa Mart ini, dapat membunuh usaha kami selaku pedagang kecil,” kata Far dengan di aminin oleh warga setempat.
Sementara tokoh masyarakat, yang dikenal juga sebagai tokoh pemuda dan agama, yang cukup berpengaruh dan disegani di Kebagusan Pasar Minggu, NS (inisial), mengatakan, pemerintah ataupun penguasa harus mendengarkan suara rakyat kecil.
Tentu saja ini tidak lepas dari sikap acuh dan masa bodoh pemerintah yang tidak memikirkan usaha warga pribumi. Harusnya pemerintah, dalam hal ini Walikota dan Gubernur harus tegas, dan bisa membatasi tumbuhnya retail modern, yang dampaknya dapat membunuh usaha rakyat pribumi dan pedagang kecil lainnya, tegasnya.
“Sebagai tokoh masyarakat, saya mendukung langkah warga yang menolak hadirnya bangunan Alfa Mart di Kebagusan. Warga juga sudah jenuh melihat kian menjamurnya retail seperti Alfa Mart di wilayah mereka,” pungkasnya.
Sementara itu dari pihak Alfa Mart, Agus Sopian saat dikonfirmasi, Selasa (7/6/2022) lewat telepon, perihal bangunan Alfa Mart di Jalan Kebagusan Raya tersebut, berusaha mengelak dan mengatakan tidak tahu menahu soal itu.
“Saya tidak tahu menahu soal itu Pak. Saya kan hanya mencari dan menyiapkan lahan buat Alfa Mart. Tapi, soal perizinannya nanti akan saya cek lagi,” ujarnya.
(lan).
