BANTEN – JOURNALREPORTASE- Salah seorang warga bernama Junaidi Hasibuan menceritakan pengalaman mudiknya dari Jakarta yang hendak menuju Provinsi Sumatera Utara melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten.
Pria yang berprofesi sebagai jurnalis di Jakarta itu mengalami kemacetan saat menuju Pelabuhan Merak, yang salah satu penyebabnya karena adanya praktik percaloan tiket.
Hal itu diungkapkannya dalam surat terbuka yang ditujukan ke petinggi Polri. Junaidi pun sudah mempersilahakan journalreportase.com untuk mengutip pernyataannya.
“Izin Jenderal, melaporkan siatuasi dan kondisi kemacetan panjang pelabuhan Merak. Kami dari pukul 01.15 tadi malam Kamis 28 April 2022 berada di KM 94, posisi kami sekarang di pintu parkir Pelabuhan Merak, sampai sekarang belum bisa masuk kapal penyeberangan,” ungkap Junaidi, Kamis (28/4/2022) pagi.
“Situasi kemacetan bertambah parah dikarenakan begitu keluar tol, ada banyak calo buka counter penjualan tiket penyeberangan melalui aplikasi Freazy.com yang buka sembarangan di pinggir jalan,” tambah dia.
Dengan kondisi itu kata dia mengkaibatkan banyak kendaraan pribadi dan motor yang sembarangan parkir untuk beli tiket penyeberangan. “Para calo itu menakut-nakuti para pengendara dengan infornasi pembelian tiket di Pelabuhan Merak antri, padahal tidak. Opini kami dari media, ini praktik percaloan yang tidak sesuai dengan norma-norma pelayanan masyarakat, harga tiket 400rb jadi 450rb, malah ada yang jual 500rb. Ini permainan oknum ASDP yang harus segera ditertibkan,” jelasnya.
Pihak terkait diharapkan dapat bertindak tegas agar menertibkan praktik yang dinilai merugikan itu.”Kritikan kami dari media. Pertama, mengapa tiket penyeberangan diperjualbelikan sembarangan di pinggir jalan menuju Pelabuhan Merak. Kedua, tahun lalu masih bisa bayar pakai E-Tol, E-money dan Flash, sekarang sudah tidak bisa, mengapa demikian?,” tuturnya.
Junaidi juga tak melihat adanya aparat yang menjalankan fungsi pengaturan lalu lintas guna mengurai kemacetan yang terjadi. “Ketiga, sama sekali tidak ada petugas kepolisian yang berusaha mengurai kemacetan sejak tadi malam, polisi terlihat hanya berjaga-jaga di pos operasi ketupat. Demikian laporan kami Jenderal,” papar Junaidi. (RIF)
