Journal Reportase
Kriminal

Tujuh Pelaku Begal Ibu Hamil di Kota Bekasi dan Tujuh Orang Geng Motor Bacok Warga Depok Diringkus

JAKARTA- JOURNALREPORTASE- Kasus Kejahatan jalanan yang berulangkali terjadi dan membuat masyarakat tidak nyaman menjadi perhatian serius bagi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M. Fadil Imran

Seperti kasus yang terjadi baru-baru ini di Kota Depok dan Kota Bekasi yang dengan sadisnya para pelaku membabi buta menyakiti masyarakat sebagai korban. Untung nya ke dua kasus pembegalan Ibu Hamil di Kota Bekasi oleh sekelompok remaja dan pengeroyokan yang disertai pembacokan oleh kelompok geng motor terhadap korban di Kota Depok berhasil terungkap.

Bersama Subdit Resmob Ditkrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota sukses meringkus 7 orang pelaku begal yang masih di bawah umur. Ke tujuh pelaku ini tega membegal seorang Ibu hamil yang menggunakan sepeda motor melintas di Jalan WR Supratman, Kampung Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (8/3) dini hari.

Kasus ini viral di media sosial (medsos) dalam video terekam yang memperlihatkan aksi mereka dengan sadisnya membegal seorang Ibu hamil bernama Siska (32) yang saat itu hendak berangkat kerja ke RS Hermina kota Bekasi.

” Ada 7 orang pelaku begal, inisialnya MA, MP, AS, EA, MD, MA , AS,” ungkap Kabid Humas Endra Zulpan dalam keterangan pers nya, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/3/2022).

Endra Zulpan yang didampingi Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki membeberkan, aksi pembegalan terhadap Ibu Hamil sempat viral di medsos dan pemberitan di beberapa media massa. Ironisnya, para pelaku yang tega membegal perempuan yang sedang mengandung berusia belasan tahun. ” Mereka para pelaku yang diringkus semuanya masih remaja usianya belasan tahun, karena itu tidak dihadirkan dalam jumpa pers ini,”ujar Zulpan.

Zulpan menjelaskan kronologi kasus kejahatan ini, di mana para pelaku dalam melakukan aksinya mencari korban yang sedang melintas di wilayah sepi di pagi buta atau dini hari. Bahkan untuk melancarkan aksi kejahatan pelaku menggunakan sepeda motor lebih dari satu dan berboncengan berkeliling memantau sasaran target.

“Kemudian setelah menemukan sasaran terutama kaum lemah, khususnya wanita, mereka langsung memepet dibarengi dengan mengacungkan senjata tajam (sajam) seperti celurit atau sajam lainya,”sebut Zulpan.

Kemudian dalam aksinya, lanjut Zulpan mengatakan, para pelaku tak segan-segan melukai korbannya jika melawan. ” Apabila korban melawan maka mereka tidak sungkan untuk melukai bahkan mereka akan mendorong dan menjatuhkan korban lalu membawa kabur motor milik korban,”terang Zulpan.

Dari laporan korban diperkuat dengan rekam CCTV dalam waktu tak begitu lama 1x 24 jam, polisi dapat mengidentifikasi para pelaku dan mendapati identitas para pelaku sehingga pelaku berhasil ditangkap.

“Kecepatan dari para kepolisian merespon apa yang terjadi tanggal (8/3) kemudian kurang lebih 1 hari tim langsung mengambil tindakan dan mengamankan semua para pelaku,” ujarnya.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa lima sajam jenis clurit, pakaian para tersangka, kemudian motor yang digunakan dalam menjalankan aksi pembegalan. Sedangkan untuk sepeda motor milik korban masih dilakukan pencarian.” Setelah semuanya ditangkap, anggota menyita barang bukti celurit, sepeda motor dan pakaian para pelaku. Kemudia motor milik korban masih kami cari keberadaannya,” urai Zulpan.

Kemudian yang bersangkutan, ke tujuh pelaku yang ditangkap masih di bawah umur kita akan jerat pasal 365 tentang pencurian dengan pemberatan, namun hukuman para pelaku akan di terapkan sesuai undang-undang yang berlaku.

Kemudian, di wilayah Depok terjadi kasus yang dilakukan anak anak remaja yang menyebut dirinya kelompok geng motor yang melakukan pengeroyokan disertai pembacokan kepada korban di Pancoran Mas, Kota Depok, juga berhasil diringkus oleh Satreskrim Polres Metro Depok. ” Ada tujuh pelaku yang ditangkap sementara 7 pelaku lainnya masih dikejar oleh petugas,” terang Zulpan.

Zulpan mengatakan, pelaku terlibat geng motor untuk menguji nyali dengan cara yang tidak benar karena aksi uji nyalinya melukai para korban yang ditemukan dilapangan pada Minggu, (6 /3/2022), dini hari lalu.

“Ada dua geng motor, mereka ini mencari sasaran dikawasan Pancoran Mas, Depok dengan membacok salah seorang warga yang sedang nongkrong berinisial S dan kembali mencari sasaran lain bertemu dengan warga lainnya berinsial IM dan IS,” kata Zulpan.

Kasus ini, kata Zulpan mendapatkan atensi dari Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran. ” Kasus ini jadi atensi dari Pak Kapolda yang langsung turun ke lapangan dan memerintahkan anggota untuk mengungkap,” jelasnya.

Perintah Kapolda, penyidik lalu melakukan penyelidikan dan meringkus tujuh dari 14 pelaku. Sementara 7 lainya masih di buru dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
“Ada lima kami hadirkan sementara dua orang lagi tidak dihadirkan karena Covid-19. Kami juga masih mencari pelaku lainnya yang masih buron,” ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Dir Krimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, penanganan kejahatan yang melibatkan anak dibawah umur atau remaja seyogyanya harus melibatkan pihak lain seperti orangtua dan guru.

“Belakangan ini selama 1 bulan banyak sekali kasus begal d wilayah hukum Polda Metro seperti Bekasi, Depok dan daerah lainnya. Kasus2 ini Kapolda sudah monitor dengan atensi penuh, Kapolda turun langsung ke beberapa titik dan PJU mungkin wartawan monitor ada korban ustad, tukang roti, gorengan di Depok dan korbanya anggota Brimob sudah banyak yang terungkap, beberapa titik kita pantau kalau para pelaku ada dibeberapa titik TKP (tempat kejadian perkara) ada pelakunya berumur belasan tahun, pelajar ataupun mahasiswa,” kata Tubagus.

Dari tangan pelaku pembacokan di Depok, polisi menyita 4 buah clurit, 4 pedang, baju, celana serta ikat pinggang. ” Pelaku dijerat Pasal 170 KUHP ancaman hukuman penjara 9 tahun,” tandas Zulpan.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, khususnya saat malam hari. Hal itu dikatakan Hengki, mengingat kini marak terjadi aksi pembegalan dan tawuran di wilayah Kota Bekasi.

Hengki mengatakan polisi selalu melakukan antisipasi aksi kejahatan tersebut, tetapi masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan. “Kami selalu melakukan antisipasi semua ya, tetapi artinya selain melakukan apa yang dilakukan kepolisian dalam mencegah, tentu harapannya masyarakat juga harus waspada,” kata Hengki saat dikonfirmasi, Kamis (10/3).

Hengki mengimbau warga menghindari daerah-daerah yang minim penerangan dan kondisi jalannya rusak. “Harapan saya kerjasama dengan pemerintah daerah juga daerah-daerah yang jalannya jelek yang di daerah, seperti sekitar Bekasi Utara, lewat Summarecon ke sana itu, kan, jalannya masih banyak berlubang, jalannya gelap,” ujar Hengki.

“Ketika malam hari, subuh jam dua, jam tiga tentu perlu kewaspadaan. Jangan pergi sendirian,” sambung Hengki. Hengki menambahkan polisi tidak 24 jam mengawasi daerah-daerah yang minim penerangan dan rawan aksi kejahatan.

“Ketika keluar rumah kalau daerah rawan begitu, tempatnya gelap, kan, belum tentu ada polisi, maksudnya, tidak 24 jam mengawasi pelaku kejahatan,” ujar Hengki.

Related posts

Polisi Amankan Pelaku Jambret Ponsel

JournalReportase

Polisi Tangkap Dua Pelaku Malpraktek Payudara Wanita yang Tewas di Hotel

JournalReportase

Hanya Gara-Gara Diumpat Tidak Kuat , Wanita Tewas Ditikam Pria Selingkuhannya

JournalReportase

Leave a Comment