Journal Reportase
Polri

Kompolnas Rekomendasikan Atasan Polantas Polresta Bandara Soetta yang Minta Bawang ke Sopir Truk Juga Diperiksa

JAKARTA, JOURNALREPORTASE – Aipda PDH, oknum Polantas Polresta Bandara Soekarno Hatta akhirnya dicopot dari jabatannya imbas dugaan melakukan pungutan liar berupa permintaan satu karung bawang kepada seorang sopir truk saat melakukan penilangan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan bahwa Aipda PDH kini dimutasi ke satuan kerja Pelayanan Markas atau Yanma Polda Metro Jaya.

“Pak Kapolda Metro Jaya sudah tegas, ada punishment ada reward. Anggota yang melakukan kegiatan keberhasilan, akan diberikan penghargaan. Tapi yang melakukan pelanggaran akan diberikan punishment, hukuman,” kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (2/11/2021).

“Langsung dicabut, ditarik, dipindahtugaskan ke PMJ. Di Bintara Yanma sementara ini, sambil menjalani pemeriksaan,” imbuh dia.

Merespons hal itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyesalkan tindakan tersebut bisa sampai diperbuat oleh Aipda PDH.

“Sangat disesalkan masih terjadinya praktik pungli di lapangan yang diduga dilakukan oknum polisi lalu lintas. Apalagi tingkah laku si oknum kemudian direkam dan diviralkan,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dalam keterangan tertulis yang diterima journalreportase.com, Selasa (2/11/2021).

Pihaknya pun mengapresiasi sikap Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang dengan sigap menindaklanjuti peristiwa tersebut.

“Saat ini yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatannya oleh Kapolda dan sedang diperiksa Propam. Kita tunggu hasil pemeriksaan Propam apakah akan diproses pidana, etik atau disiplin. Saya mengapresiasi kesigapan Kapolda menangani kasus ini,” ujarnya.

Dia berharap agar hal itu tidak terulang kembali di kemudian hari, perlu dilakukan sejumlah upaya.

“Tindakan tersebut sangat memalukan. Seharusnya pelaku praktik-praktik pungli seperti itu dihukum pidana dan dipecat, agar ada efek jera bagi pelaku,” tandasnya.

“Untuk pendidikan dan tambahan skill bagi anggota, perlu ditingkatkan pemahaman terkait Reformasi Kultural Polri, termasuk di dalamnya perilaku anti korupsi. Selain itu perlunya pencegahan terjadinya hal-hal seperti itu, dengan penggunaan teknologi, antara lain memperbanyak kamera ETLE agar proses tilang tidak dilakukan langsung oleh polisi, melainkan langsung oleh sistem,” tambah Poengky.

Selain itu pihaknya mengimbau kepada satuan kerja pengawas agar lebih maksimal dalam menerapkan fungsinya.

“Kami mengharapkan pengawas internal memaksimalkan pengawasan anggota, serta bagi pimpinan perlu memberikan contoh teladan, bimbingan, pengawasan kepada bawahannya,” paparnya.

Terakhir, Kompolnas menyampaikan rekomendasi kepada Bidpropam Polda Metro serta pihak terkait lainnya, terkait pemeriksaan tidak hanya berhenti kepada Aipda PDH saja.

“Atasan harus bertanggungjawab terhadap tindakan pelanggaran yang dilakukan anggota, sehingga saya merekomendasikan atasan langsung dari yang bersangkutan juga diperiksa,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, tindakan Aipda PDH dikeluhkan oleh seorang sopir truk.

Hal itu sebagaimana video yang diunggah akun @pasifisstate dalam media sosial Twitter.

Video berdurasi 31 detik itu menggambarkan sopir tersebut mengeluh karena oknum Polantas tersebut meminta satu karung bawang setelah menilang dirinya.

Sopir truk yang kena tilang itu mengatakan dirinya sudah menawarkan uang Rp 100 ribu, namun ditolak oleh Polantas tersebut. “Tolong, rekan-rekan bantu kondisinya ya. Ini saya dimintain satu karung bawang. Diberi uang Rp 100 ribu tidak mau, mintanya satu karung,” ujar sopir dalam video viral tersebut. (SHT/AY)

Related posts

Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Personel Menjaga Kamtibmas dan Pemilu Damai

JournalReportase

Janji Irjen Fadil Evaluasi CFD Polda Metro, Pengamat: Perlu Persiapan Matang

JournalReportase

Kala Kombes Zain Dwi Nugroho Singgung ‘Warto Poskota’ dan Bakmi Gajah Mada

JournalReportase

Leave a Comment