Journal Reportase
Nasional

Cerita Wartawan Senior soal ‘Keangkeran’ Wilayah Petungkriyono Pekalongan: Momok Bagi Mahasiswa yang KKN Disana

PEKALONGAN, JOURNALREPORTASE – Berada di pelosok yang jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, daerah Petungkriyono menyimpan beragam cerita dan kisah.

Petungkriyono ialah satu diantara 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.

Daerah yang didominasi dataran tinggi, baik dahulu maupun saat ini, diklaim sebagai ‘momok’ oleh sebagian orang.

Adalah Sadono Priyo yang membagikan kisah dan pengalamannya ketika menginjakkan kaki di wilayah Petungkriyono.

“Petungkriyono merupakan Kecamatan terpencil di Pekalongan, perbatasan dengan Banjarnegara. Waktu tempuh dari Kota Batik satu jam, jalan naik turun dan berkelok, kiri-kanan tebing yang kalau musim hujan rawan longsor,” kata Sadono kepada journalreportase.com, Sabtu (30/10/2021).

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai wartawan di sebuah media siber nasional yang berkantor di Jakarta itu kemudian menerawang masa lalu. Saat dirinya berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada era 80 an.

Kala itu, karena Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagaimana syarat utama untuk menyandang gelar akademis Sarjana, ia bersama para mahasiswa lain mendapatkan penempatan di Petungkriyono.

Mau tidak mau, Sadono dan kawan-kawannya harus bisa tiba disana.

Meski sebagian mahasiswa ogah-ogahan sebab bukan perkara mudah bisa sampai di wilayah yang merupakan daerah dataran tinggi Pegunungan Serayu Utara itu.

“Jaman kuliah dulu Petungkriyono merupakan ‘momok’ bagi mahasiswa yang KKN disana,” tutur pria yang akrab disapa Dono itu.

Namun begitu, walau dicap ‘angker’ ternyata besar keinginannya untuk kembali datang.

Puluhan tahun berselang tepatnya pada Sabtu 30 Oktober 2021, Dono akhirnya kembali menginjakkan kaki di Petungkriyono.

Ternyata, pemandangan lalu suasana serta banyak obyek wisata yang ada mengalahkan rasa ‘angker’ yang terekam dalam memorinya puluhan tahun silam.

Bersama keluarga dan ditemani beberapa orang sahabat lawasnya, Dono menyempatkan diri singgah diantaranya ke Curug Sibeduk.

“Sudah lama aku ingin berkunjung kesana. Saya berkesempatan berkunjung ke Petungkriyono. Saya ditemani Edi Keling dan Rudi, sohib jaman mahasiswa di Undip. Kebetulan Keling merupakan warga asli Pekalongan yang kini abdi negara di Kecamatan Kajen. Saya diajak makan durian, ngopi khas Petung dan Curug Sibeduk. Terima kasih Sob, kalian telah mewujudkan keinginan saya yang terpendam selama 30 tahun,” papar Dono.

Diketahui, di Kecamatan Petungkriyono terdapat sejumlah obyek wisata antara lain Curug Bajing, Curug Muncar, Curug Lawe, Kebun Strawberry Petungkriono, Gunung Kendalisodo, Gunung Rogojembangan, River Tubing Sungai Welo. (SHT/AY)

Related posts

Mendadak Propam Polda Metro Jaya Gelar Pemeriksaan Urine Personel Polres Jakarta Barat

redaksi JournalReportase

Ahli Hukum Pertanahan Sebut Pemegang Surat Hutang Tak Berhak Lakukan Lelang

redaksi JournalReportase

Tepati Janji Buka Kasus Brigadir J, ICPW Apresiasi Kapolri

redaksi JournalReportase

Leave a Comment