JAKARTA JOURNAL REPORTASE – Selama pandemi Covid-19, masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, hingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak (stanting), menjadi perhatian serius Pemko Jakarta Selatan.
Persoalan ini, tidak hanya dikerjakan oleh jajaran tenaga kesehatan saja, tapi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), wajib mendukung dan mengentaskan angka stunting di seluruh wilayah Jakarta Selatan.
Hal itu ditegaskan, Plt Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji, saat membuka kegiatan Pembahasan dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Stunting, yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan, di Hotel Gran Mahakam, Senin (12/4/2021).
Dijelaskan, Isnawa, masalah stunting banyak juga OPD yang ambil bagian dan terlibat. ”Bisa dasawisma, Sudin PPAPP dapat bahu membahu pada program tersebut,” katanya.
Pada setiap OPD harus mereview dan mendokumentasikan setiap kegiatan. Karena banyak OPD yang sudah menjalankan program stunting, namun tidak sempat mendokumentasikan, ketus Isnawa.
Jika sudah melakukan hal yang sama, tapi ternyata dokumen tidak teradministrasi dengan baik, maka akan kebingungan, jelasnya.
Kegiatan ini merupakan Percepatan Penurunan Stunting, yang bertujuan mengumpulkan dan menyusun rencana intervensi stunting terintegrasi, pada tahun berjalan ataupun dalam penyusunan Renja dan RKA OPD tahun rencana berikutnya, pungkas Isnawa. (lan)
.
