Journal Reportase
Breaking News

Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Hoax Corona Masuk Bandara Soeta

JAKARTA- Polres Bandara Soekarno Hatta (Soeta) menangkap pelaku penyebar hoax melalui media sosial terkait penyebaran virus corona yang sudah sampai ke Indonesia Bandara Internasional Soekarno Hatta.

“Pelaku yang kami tangkap seorang pria yakni RAF (28). Saat ini warga Tanjung Priok Jakarta Utara dan telah ditetapkan tersangka,” kata Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Adi Ferdian, kepada awak media, Jumat (28/2).

Adi menjelaskan kasus penyebaran video hoax tersebut tersebar sejak 12 Februari dengan judul ‘virus Corona Masuk di Bandara Internasional Soekarno Hatta’ dan sertakan kutipan berita dari salah satu media online.

Dalam video tersebut terekam foto gambar wanita yakni RR (75) yang terbaring di area Bandara saat akan menuju Jeddah Arab Saudi untuk melaksanakan umrah.

“Kejadian yang menimpa RR sebenarnya terjadi di akhir bulan Januari. Dan saat itu RR meninggal karena gagal jantung, namun tersangka membuat video dengan caption ‘Corona Masuk Soekarno Hatta’,” jelasnya.

Berdasar hal itulah pihak kepolisian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap RAF di rumahnya yang ada di Tanjung Priok Jakarta Utara.

“Atas perlakuannya tersangka kami sangkakan pasal UU 14 dan 15 tentang penyebaran berita bohong dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tegasnya.

Dilokasi yang sama anak bungsu dari RR, Aji mengatakan terimakasih kepada Polres Bandara Soekarno Hatta yang berhasil menangkap penyebaran video hoax dengan menyertakan foto almarhum ibunya. Pasalnya, menurut Aji dengan penyebaran bohong berdampak tidak baik khusus di lingkungan tempat keluarga nya tinggal. Bahkan lebih lagi kasus virus corana yang mematikan ini sedang dalam perhatian Pemerintah dan Masyarakat. “Jadi saya mengucapkan terima kasih dengan bergerak cepat dari Polres Bandara Soekarno Hatta menangkap pelaku penyebar hoaks tersebut,” ucapnya.

“Saat itu memang ibu saya hendak berangkat umrah. Namun saat di Jakarta beliau mendadak terkena serangan jantung,” jelasnya menambahkan.

Dia menuturkan ibundanya memang memiliki riwayat jantung beberapa tahun kebelakang dan sering melakukan medical check up untuk melakukan pemeriksaan kondisi jantungnya.

“Dengan beredarnya video hoax soal virus corona yang menyertakan foto almarhum tentunya kami dirugikan karena banyak kerabat dan warga yang menanyakan kebenaran video tersebut. Padahal ibu saya meninggal dunia karena gagal jantung,” tutupnya

Related posts

Ustadz Yusuf Mansyur Kumpulkan Recehan Melalui Paytren Reksadana Online

journalreportase

Geger Istana Presiden Disusupi Wanita Bercadar, Paspampres Ditodong Pistol

redaksi JournalReportase

Capai Target RW 03 Tangki Taman Sari dan Relawan Nakes Terima Penghargaan

redaksi JournalReportase

Leave a Comment