JAKARTA,- Bursa pencalonan Kepala Daerah ( Pilkada) Bontang, Kalimatan Timur 2020 kini mulai muncul. Salah satu calon yang digadang-gadang bakal ikut pesta demokrasi Pilkada lima tahunan itu adalah pasangan Dody Rondonuwu dan Suroyo (Doro Royo).
Seperti diketahui Dody Rondonuwu dan Suroyo keduanya adalah mantan anggota DPRD Bontang. Kabarnya, keduanya ikut pencalonan menduduki kursi nomor satu di Bontang itu dari jalur independen.
Munculnya pasangan Doro Royo, setelah Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kota Bontang menggelar acara sosialisasi pencalonan perseorangan Pilkada Bontang 2020, Selasa (17/12/2019) digelar di Gedung Graha Pemuda Disporapar Kota Bontang. “Sudah ada pasangan jalur independen yang memberikan informasi ke KPU bakal mendaftar,” ungkap Komisioner KPU Bontang, Musdalifah Machfud
Untuk diketahui Suroyo pernah juga ikut bertarung dalam Pilkada 2005.
Saat itu Suroyo menjadi calon Wakil Walikota berpasangan dengan Zulkifli Arman. Bisa saja dipastikan keduanya akan ikut bersaing karena bukti yang menguatnya adanya perwakilan Tim Doro Royo, Bowo datang berpartisipasi pada acara simulasi pendaftaran calon perseorangan / independen yang digelar KPU.
Berdasarkan tahapan Pilkada jalur independen, Musdalifah mengatakan, penyerahan syarat dukungan ke KPU pada 19 Februari sampai 23 Februari 2020. “Syarat dukungan calon independen di kota Bontang yakni 12 ribu KTP dukungann,”lanjut Ifah sapaan akrab Komisioner KPU Bontang.
Lanjut dikatakan, tujuan agar pasangan calon perseorangan tahu bagaimana proses penyerahan dukungan seperti apa.
“Calon Perseorangan akan menujuk LO, yang selanjutnya surat mandat akan diserahkan ke KPU dan akan kita akan lakukan bimtek terkait aplikasi silang. Yang jelas, secepatnya kami tunggu, sebelum penyerahan syarat dukungan 19 Februari nanti,” jelasnya.
Untuk Pilkada 2020, diprediksi bakal terjadi persaingan yang sangat ketat menuju orang nomor satu Bontang. Pasalnya, kehadiran poros politik Gerindra – PKS turut menjadi warna lain jelang kontestasi Pilkada Bontang 2020 mendatang. Poros tersebut dinilai banyak pihak bakal jadi pengganggu bagi poros petahana yang sejauh ini bercokol kuat di bursa kandidat Pemilihan Kepala Daerah.
Ada nama Walikota Bontang Neni Moerniaeni yang dipastikan maju Pilkada, lantaran diusung jadi bacalon tunggal walikota oleh DPD Golkar Bontang. Sementara Wakil Walikota Bontang Basri Rase memutuskan untuk membangun kongsi bersama Adi Darma yang notabene mantan rival dirinya pada Pilkada 2015 lalu.
Disinggung, soal menambah mesin politik melalui skema koalisi, anggota komisi I Fraksi PDIP DPRD Bontang ini mengaku, masih membuka pintu dengan parpol lain yang hendak bergabung.
Perahu politik PKB-PDIP tampak solid mengusung keduanya. “Kalau saya melihat, tak berpengaruh signfikan terhadap pasangan Adibas (Adi-Basri)
Karena segmen pemilih tertentu sudah berada di kita, tinggal bagaimana kolaborasi dengan yang lain. Artinya saya melihat normal saja dengan munculnya poros baru,” kata Ketua DPC PDIP Bontang, H Maming saat dimintai tanggapan soal kemunculan poros baru Pilkada 2020.
Menurutnya, kemunculan poros baru tentu jadi angin segar bagi masyarakat. “PDIP-PKB sudah satu ikatan. Tapi kami tetap membuka pintu kepada siapa pun parpol yang mau bergabung,”tandasnya.
(asis)
