Journal Reportase
Breaking News

Keluarga Kapten Juliantono Ginting Berharap Bantuan Pemerintah

Journalreportase, – Kasus membawa Muatan Ilegal dikapal Heng Smooth milik perusahaan Taiwan yang dinahkodai kapten kapal asal Indonesia Juliantono Ginting sampai saat ini masih belum juga ada titik terang , keluarga Kapten kapal Juliantono sampai detik ini masih belum juga mendapatkan informasi yang jelas tentang keberadaan Juliantono sejak 4 bulan terakhir saat mendangar kabar jika suami dari ibu Rosida yang bertempat tinggal di Perumahan Puri Pesona, Jatiranggon, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat ditahan pihak kepolisian air Tiongkok

Sang istri, Rosida (31) beserta pihak keluarga sangat terpukul atas penahanan Juliantono. Rosida bahkan mengaku hingga saat ini dirinya tak bisa mengetahui kondisi terkini Suaminya, dikarenakan tak bisa lagi berkomunikasi sejak terakhir kali Komunikasi disebutkan terjadi pada 5 April 2019 lalu.

Ironisnya, PT Armada Maritim Nusantara selaku agen yang memberangkatkan Juliantono, seolah lepas tangan dan tak menggubris tuntutan pihak keluarga untuk pertanggungjawaban. Pihak keluarga saat ini hanya berharap campur tangan pemerintah dalam upaya pembebasan Juliantono.

“Saya kurang tahu apa penyebabnya bisa ditahan, kasus apa juga saya nggak tahu. Yang saya tahu saya dapat surat dari negeri Cina. (Dari KBRI di Tiongkok) belum ada info apa-apa, itu yang saya sesalkan. Saya pernah datang ke kantor agennya, mereka bilang lagi diurus, nggak ada masalah serius, masalah biasa aja gitu,” kata Rosida di kediamannya, Selasa (16/7/2019).

Dikesempatan menceritakan kronologi kejadian yang menimpa suaminya Sambil berurai air mata, Rosida menjelaskan bahwa sang suami baru bekerja sejak awal Maret 2019, sebelum akhirnya ditahan pemerintah Tiongkok lantaran membawa muatan ceker ayam ilegal di kapal milik perusahaan Taiwan yang dinahkodainya.

“Ditahan sejak bulan April. Dia berangkat tanggal 1 Maret menuju Taiwan. Tanggal 2 dia sempat ngabarin sudah sampai di Taiwan. Video call juga sama anak-anak,” ujarnya lirih.

Sampai saat ini Rosida tak pernah mendapat kabar apapun perihal keberadaan maupun kondisi sang suami. Ia berharap pemerintah dapat terlibat dalam upaya pembebasan Juliantono yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya akan berjuang, menuntut secara hukum semua yang terkait, karena mereka tidak ada info apa-apa ke saya. Saya wajib tahu keadaan suami saya disana bagaimana. Apakah dia sehat, apakah masih hidup atau sudah mati, sampai saat ini saya tidak tahu,” keluhnya.

Related posts

Mayat Wanita Mahasiswi IPB yang Terseret Arus Ditemukan

redaksi JournalReportase

Ringankan Beban Jelang Idul Fitri, Lantamal III Bagikan 2500 Paket Sembako Kepada Nelayan Binaan

redaksi JournalReportase

Lanal Tanjung Balai Tangkap Penyelundup Kayu

Leave a Comment