JOURNALREPORTASE- LUMAJANG -Tak mau membiarkan motor bodong masih ada di mana mana, Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban bersama Tim Cobra kembali melanjukan aksi razia door to door, Senin pagi (15/7/2019), di Desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang.
Dipimpin langsung oleh Kapolres, penyisiran meliputi empat dusun yakni Krajan I, Krajan II, Ranu Lading dan Blok Sumur. Tak sia-sia razia mendapatkan hasil, menariknya dalam razia kali ini, Tim Cobra menemukan empat motor yang disembunyikan di kebun kopi, ditutupi ranting dan daun-daunan. Keempat kendaraan tersebut adalah 2 motor Honda Supra Xx 125cc, 1 Honda Vario warna putih serta 1 kendaraan pengangkut beroda 3 bermerk Tosa.
Hasil pengecekan, ternyata nomor rangka maupun nomor mesin dari kendaraan tersebut telah digosok sehingga tak bisa dibaca oleh petugas. Diperkirakan, kendaraan tersebut memang berusaha disembunyikan menghilangkan jejak oleh pemiliknya.
Keempat motor tersebut dibawa oleh petugas ke Mapolres Lumajang. Kapolres mengatakan, kuat dugaan motor ini hasil kejahatan “Di duga motor-motor ini adalah hasil kejahatan, karena setelah dicek ternyata nomor rangka serta nomor mesinnya telah dirusak. saat pertama kali ditemukan, motor-motor ini ditutupi dengan dedaunan serta ranting-ranting kecil untuk mengelabuhi petugas. Sangat tidak mungkin ini adalah motor milik warga yang mencari rumput. Apalagi disekitaran sini juga tak terlihat warga yang mencari rumput,”jelas Arsal.
“Saya sengaja menyasar kedalam kebun-kebun, karena dari operasi motor bodong sebelumnya, kami mendapatkan informasi kalau banyak motor bodong yang disembunyikan di kebun-kebun dan ditutupi daun-daunan,”ujar Arsal menambahkan.
Untuk itu, lanjutnya, operasi motor bodong kali ini sasarannya juga ke kebun-kebun. Dan ternyata memang terbukti. 4 kendaraan kami amankan di kebun kopi.
“Jangan ada ruang lagi kita sediakan bagi pelaku kejahatan. Kita harus komitmen bersama untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan. Kalau kita kendor, maka tidak akan pernah putus mata rantai begal maupun kriminalitas lainnya di lumajang,”ungkap Arsal.
