JOURNALREPORTASE,-TANGERANG SELATAN,-Achmad Hafisz Thohir (AHT) beserta istri dan keluarga besarnya mengadakan buka puasa bersama Tentera Pelajar (TP) Sriwijaya, di Hotel Santika, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (27/05/2019).
Hadir dalam buka puasa bersama TP Sriwijaya sejumlah tokoh Sumsel, di antaranya Gubernur Sumatera Selatan periode 1998-2003 Rosihan Arsyad,Hatta Rajasa mantan menteri dan sesepuh Sumsel,Edi Santana mantan Walikota Palembang dan Caleg terpilih DPRRI periode 2019-2024,Kiagus Ahmad Badaruddin Kepala PPATK,ibu Sri Meliana Caleg terpilih partai Gerindra Dapil Sumsel,,Yusid Toyib Caleg terpilih partai Gerindra Dapil Kalbar.Bunda Eva Caleg terpilih Kabupaten Bogor dari partai Gerindra periode 2019 -2024.Iwan Assari tokoh Pemuda dan beberapa tokoh lainnya.
Hadir juga para simpatik Partai Amanat Nasional. Pada kesempatan itu, AHT mengatakan, sesuai tema yang diangkat pada acara buka puasa bersama yang arti akiahnya puasa itu tidak hanya menahan lapar, tapi juga harus bisa menahan nafsu terhadap hal-hal yang dilarang dalam perintah oleh Allah SWT.
“Sehingga sangat baik sekali TP Sriwijaya mengadakan acara seperti ini karena ini akan merekatkan silahturahmi kita dan memperkuat ukwuah islami yang mana mungkin 8 atau 9 hari lagi kita sudah mengakhiri puasa kita dengan berlebaran,”ucapnya.
AHT mengatakan, hiruk pikuk politik di Indonesia saat ini menyebabkan kondisi ekonomi rakyat agak menurun sedikit, bahkan transaksi pembayaran mengalami Depisit yang sangat luar biasa, saya mencatat bahwa mulai januari 2018 devisa masih 132 Milyar dollar. 1 tahun kemudian di Januari 2019 devisa kita tinggal 122 milyar dollar, artinya turun 10 milyar dollar.
“Nah ini yang harus kita pikirkan bahwa kita duduk disini tentu saja tidak memikirkan sosial virtual saja tapi bagaimana kelangsungan hidup bangsa dan Negara ini,”katanya.
Kuncinya untuk mendapatkan solusi positif, menurutnya adalah dengan kebersamaan dan persatuan yang kuat. “Melalui TP Sriwijaya ini walaupun kita berbeda politik pasca Pemilu kemarin, demi bangsa dan negara kita harus duduk bersama bersatu padu seperti kata pendiri negara ini Ir Soekarno dan Almarhum Taufik Kiemas berharap bahwa orang sumsel makin banyak yang maju dan ikut mensukseskan negara ini untuk kesejahteraan masyarakat khususnya 4 Propinsi yg ada TP Sriwijaya,”terangnya.
Untuk itu, dirinya sebagai salah satu dewan perwakilan dari TP Sriwijaya membuka seluas-luasnya kepada seluruh anggota TP Sriwijaya untuk memberikan masukan, pengarahan dan lain sebagainya untuk bisa memecahkan persoalan di r
Republik ini.
Dia juga menambah sekira 3 minggu lalu, bersama bank Indonesia Sumatera Selatan mencoba mencari solusi bagaimana sumatera selatan bisa memperbaiki perekonomian daerahnya.
“Alhamdulillah bank indonesia tahun ini bisa membuka gerai kopi yang nantinya Sumsel bisa mengeksport kopi langsung dari pedagang
Mudah-mudahan ini bisa memacu peningkatan ekonomi sumatera selatan,”ujarnya.
Tidak dipungkuri bahwa Sumsel adalah salah satu daerah penghasil kopi terbesar dengan dukungan lahan kopi sebesar 230 ribu hektar dan bisa menghasilkan kopi sebanyak 500 ton pertahun.
Dia mengungkapkan, selama ini kopi Sumsel sudah sangat terkenal namun namanya tidak terbawa. Ironisnya adalah Sumsel punya kopi tetapi Singapore yang punya market International.
“Kita yang produksi tapi orang lebih kenalnya kopi vietnam. Inilah tantangan kita ke depan untuk mengangkat produk yang dimiliki Sumsel menjadi komunitas dunia melalui Kopi produk sumatera bagian selatan,”tandas AHT mengakhiri pidatonya.
