JOURNALREPORTASE,- LUMAJANG,-Masyarakat Kabupaten Lumajang Jawa Timur kembali digegerkan adanya penemuan jasad mayat laki laki, Selasa (12/03/2019), setelah bebera hari sebelumnya juga ditemukan seorang wanita tanpa busana terbujur kaku tak bernyawa lagi. Penemuan dua jasad ini diketahui tanpa identitas di dua tempat yang bebrbeda yakni di Kecamatan Senduro dan Kecamatan Rowokangkung. Kedua jasad tersebut setelah di identifikasi oleh Satreskrim Polres Lumajang, dapat dipertemukan dengan keluarganya masing masing dan tanpa adanya proses visum karena tak ada tanda tanda pembunuhan di tubuh keduanya.
Informasi yang diterima Journal Reportase, untuk sosok mayat laki laki yang ditemukan itu, sekira pukul 10.00 wib Polres Lumajang mendapat laporan dari warga atas penemuan jasad lelaki di gubuk samping rumah kosong di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang adalah Marina alias Mbok Sum (51) yang pertama kali menemukan jasad lelaki tersebut. Diketahui, pria malang tersebut bernama Jupri (65) yang beralamat di Jl. Jendral Sutoyo Gang Musholla Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Dalam pengakuan saksi yang setiap pagi selalu memberikan makan ayamnya melihat korban sedang duduk di depan gubuknya tersebut. Saksi Sum yang dalam keseharian memanggil korban dengan nama ‘pak dhe’, merasa aneh karena korban hanya diam saja saat disapa. Akhirnya saksi pun mendekati korban dengan perlahan.
Namun betapa tercengangnya, saat diketahui ternyata ‘pak dhe’ sudah tak bernyawa. Mbok Sum pun langsung bergegas melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat untuk selanjutnya diteruskan ke Polsek Kunir. Akhirnya petugaspun dapat menghubungi keluarga korban, yakni Nurbaiyah, beralamat di Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang yang merupakan mantan istri korban. Nurbaiyah menuturkan bahwa ia dengan korban telah bercerai 20 tahun yang lalu. Namun meskipun demikian, ia sangat mengenali korban serta membenarkan bahwa jasad lelaki tersebut adalah benar mantan suaminya dulu.
Dalam identifikasi yang dilakukan oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lumajang menerangkan kepada keluarga, bahwa tidak ditemukan nya unsur penganiayaan sebelumnya serta penyebab meninggalnya korban tak ada kaitan nya dengan unsur pembunuhan. Keluarga pun menerima dengan ikhlas kejadian ini dan tak meneruskan ke proses autopsi. Seusai menerima dari pihak kepolisian, keluargapun membawa pulang jasad untuk selanjutnya dilakukan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.
Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban menjelaskan bahwa penemuan jasad di wilayah Kecamatan Kunir ini tak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan. “Dua hari kemarin pihak kami sampai tiga kali menerima laporan penemuan mayat. Namun demikian, Unit Identifikasi memastikan dari ketiganya tak ada sangkut pautnya dengan faktor pembunuhan. Dari ketiga pihak keluarga juga telah menerima musibah ini dengan legawa, serta tak melanjutkan dengan tindakan autopsy” terang Arsal.
AKP Hasran Cobra yang juga berada di RSUD DR Haryoto untuk mengembalikan jasad korban ke keluarga mengatakan, tubuh korban tak ada unsur penganiayaan,”Kami pastikan adanya faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ucap Hasran.
