JOURNALREPORTASE-JAKARTA-Seiring berjalannya waktu bersamaan bertambahnya usia Alumni SMA Negeri 28 Fillial Jakarta lebih popular dengan sebutan Doedefill 79 merajut kembali tali sillaturahmi setelah 40 tahun berpisah.
Tak terasa bertambahnya usia yang rata-rata memasuki 60 tahun namun semangat tidak pernah pudar dan tetap happy, meskipun diantara mereka sudah banyak yang pensiun dari kantor pemerintahan baik yang di kementerian maupun non kementerian (BUMN) , dan ada juga yang bekerja di perusahaan swasta maupun berwiraswasta, bahkan ada pula diantara para alumni yang sampai sekarang masih menggeluti dunia wartawan (pers).
Minggu kemarin (26/01) di sebuah Saung “Mpok Ati” si artis latah komedian di bilangan Moch. Kafi 1 Ciganjur – Jakarta Selatan para Alumni Doedefill 79 kembali merajut tali sillaturahmi, temu kangen untuk kedua kalinya yang sebelumnya di Pendopo salah seorang alumni di bilangan Cilandak KKO Jaksel.
Bukan tidak ada alasan didalam reuni itu, selain mengenang masa-masa indah ketika masih di SMA tahun 1975 hingga 1979, kebetulan bernasib “apes” seharusnya mereka lulus Akhir Desember 1978 baru lulus sekitar Juni 1979 lantaran ada perubahan kurikulum mata pelajaran yang membuat para siswa melakukan aksi demo memprotes keras kurikulum tersebut tidak hanya alumni Doedefill Jakarta tapi juga hampir seluruh sekolah yang ada di DKI.
Kenangan yang tak terlupakan membuat mereka semakin dewasa, dan matang seusai lulus tahun 1979 dalam meniti karirnya ke sekolah yang lebih tinggi (perguruan tinggi) negeri maupun swasta.
Ketua Alumni Dodedefill 79 Bambang Rianto yang akrab disapa Bembi oleh rekan rekan alumni menuturkan, reuni kali ini terasa sekali ikatan batin kita semakin lekat sekaligus mempererat tali sillaturhami agar ukuwah kita pun semakin dalam tidak pernah terputus meskipun ditelan waktu.”Alhamdulilah kita tetap selalu bersama didalm ikatan bathin,” tutur Bembi yg juga Pengelola OR Para Layang Kemenpora dan Ketum Arung Jeram Provinsi DKI
“ Ternyata, disadari atau tidak kita masih diberikan umur panjang, kesehatan dan keselamatan memasuki manula (manusia usia lanjut) kita tetap harus semangat, kompak, dan solid, sehingga persahabatan, persuadaraan kita tidak akan pernah terputus kecuali ajal menjemput kita, “ tambah Ketum Arung Jeram Provinsi DKi memaknai arti sebuah persahabatan.
Memang belum semua para alumnus Doedefill 79 yang hadir dalam reuni kali ini, karena suatu hal lain mereka tidak hadir. Sementara yang hadir antara lain : Bambang Rianto (Bembi)(Ketua). Hj. Tuty Rohati (Bendahara), H. Umin (Donasi), Vebry Hendizar (Kubil/Sekretaris). Anggota, Adri Herdiyanto (Mbot), Edi Tidarwanto (Bagong), Rosan Subang (Ocha), Dahlan (Dayang), Encep (Way), Sutopo (Topay), Wawan, Endang Sutisna, Subarman, Amirsyam, Amir Bachtiar, Nandi, H. Nedi, Hamdani, Muhayar, Sainih, Ronald Wautan, Purwaningsih, Hj. Yanti, Hj. Rosmawati, Hermiati (Mia), dan Untung Sugianto (Jimmy).
Dalam waktu dekat Alumni Doedefill 79 kembali akan melakukan pertemuan guna membahas berbagai agenda kegiatan sosial yang lebih intent yang akan disusun oleh mereka guna memantapkan langkah membangun character building bagi kepentingan masyarakat luas melalui berbagai program sosial kemasyarakatan . (untungsugianto)
