Journal Reportase
Otonomi Daerah

KAPOLRES LUMAJANG TURUN LANGSUNG SOSIALISASIKAN RANTAI SAPI

JOURNALREPORTASE-LUMAJANG,- Kapolres Lumajang, Kamis siang (24/1/19), mendatangi lokasi terjadinya pencurian sapi di di Dsn. Karangsari, Ds. Karanganyar, Kec. Yosowilangun, Kab. Lumajang.

Dari informasi yang diperoleh, pencurian sapi itu terjadi, selain pemiliknya sedang soal, ada faktor lain terjadi karena belum dimanfaatkannya pengamanan super kuat yaitu ternak secepatnya menggunakan Rantai sapi yang telah diusung Kapolres Lumajang.
Inovasi tersebut adalah rancangan dari Kapolres Lumajang itu sendiri dan sudah diterapkan di beberapa desa di Kecamatan lainnya, bahkan tidak berhenti di rantai sapi saja masih ada GASTER atau garasi ternak untuk pengamanan lapis keduanya.

Penerapan rantai sapi ini berfungsi untuk pengamanan personal tiap-tiap sapi milik warga itu sendiri, rantai sapi ini sangat fleksibel karena tidak mengekang leher sapi tetapi sangat mampu untuk mengamankan sapi dari tangan tangan jahil yang ingin memiliki sapi warga dengan cara yg tidak semestinya.
Rantai sapi yg sudah terpasang di leher sapi kemudian di gembok kedalam cor coran yg telah dibuat untuk mengunci rantai agar lebih kuat lagi.

“Rantai setebal 10 mm tersebut sangat kuat untuk mengamankan sapi, terlebih lagi rantai tersebut di gembok ke cor coran yang sudah ditanam di dalam tanah untuk lebih menyulitkan lagi saat ingin mencuri sapi sapi warga, siapa mampu memotong besi setebal 10 mm pasti perlu usaha yang ekstra, keburu dipergoki warga lagi, oleh karena itu saya menyarankan untuk menggunakan rantai sapi tersebut, rantainya seharga 100 ribu rupiah dan untuk gemboknya 25 ribu butub dua buah, cuma merogo kocek 150 ribu kita dapat mengama kan sapi kita, sekarang harga sapi berapa kalau sampai hilang, 150 ribu ith kecil untuk mengamankan investasi warga toh ini untuk warga sendiri agar tidak terjadi lagi kecurian sapi” ujar Kapolres Arsal Sahban yang turun langsung dalam rangka mensosialisasikan penggunaan rantai sapi itu.

Perlu diketahui bahwa Konsep Sistem pengamanan yang dikembangkan Kapolres, yaitu 3 lapis pengamanan.
lapis pengamanan pertama dengan penerapan pemasangan rantai besi setebal 10mm ini berfungsi sebagai pengamanan secara perorangan untuk tiap tiap sapi.
Lapis Pengamanan kedua berupa penerapan sistem GASTER atau bisa disebut Garasi Ternak dalam satu wilayah. sehingga pengamanan bisa bergantian.

Lapis pengamanan yg ketiga yaitu membentuk Satgas Keamanan Desa yg terdiri dari beberapa sukarelawan warga yg bersedia menjadi anggota Satgas Keamanan Desa.

Related posts

Lepas Sambut Camat Gropet Dihadiri Tiga Pilar

redaksi JournalReportase

Satgas Yonif PR 328 Kostrad Gelar Pengobatan Massal di Perbatasan

redaksi JournalReportase

Satgas Yonif PR 328 Kostrad Amankan 1 Kg Ganja dan Puluhan Botol Miras Ilegal

Leave a Comment