Journal Reportase
Nasional

Warga Beraktivitas Kembali Pascabencana di Sulawesi Tengah

Journal Reportase,-Kota Palu, – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyampaikan pesan untuk mendukung warga segera bangkit dan beraktivitas kembali. Hal tersebut disampaikan di hadapan para pelaku penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami pada Sabtu (6/10) di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu.

Pihaknya menambahkan bahwa sejak dua hari lalu Kantor Gubernur telah beroperasi kembali.

Juga disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Arief M. Eddie, Kementerian Dalam Negeri mengajak aparatur sipil negara (ASN) mulai beraktivitas pada hari ini Senin, (8/10). Melalui masuknya ASN ke kantor, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya.

Beberapa hari pascagempa, warga sudah memulai beraktivitas seperti membuka kios, warung makan, menjual air kelapa, maupun penginapan yang dihuni para pelaku penanganan darurat. Situasi ini telah didukung oleh pemulihan utilitas dasar seperti suplai air, listrik dan bahan bakar minyak yang hampir mencapai target pemulihan.

Pertamina telah memulihkan 33 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari 36 unit yang ada di wilayah terdampak. Untuk mengantisipasi antrian, Pertamina juga menjual BBM dengan kemasan 15 liter dan SPBU mini di 50 titik. Pertamina mengharapkan pemerintah daerah untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa pasokan BBM aman untuk 14 hari ke depan, sedangkan solar 23 hari. Pertamina selalu memonitor ketersediaan pasokan sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik.

Sementara itu, suplai listrik sudah dapat dinikmati sebagian besar warga yang berada di wilayah terdampak. Gardu induk telah beroperasi dan sejak kemarin (6/10), wilayah Parigi Moutong sudah teraliri listrik. PLN dengan dukungan 1.500 personel dari seluruh Indonesia berusaha untuk memperbaiki seluruh jaringan listrik yang rusak. Secara pararel, selain mengaliri listrik ke rumah warga, PLN juga melakukan prioritas untuk bangunan di dalam kota, khususnya rumah sakit.

Tujuannya untuk Prioritas enanganan darurat masih difokuskan pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan medis, distribusi logistik makanan dan non makanan serta percepatan pemulihan infrastruktur seperti jalan, listrik, pelabuhan, bandara, telekomunikasi dan pasokan BBM.

Related posts

Bersama Panglima TNI, Kapolri Tinjau Vaksinasi Massal KSPSI

redaksi JournalReportase

Jelang Seleksi Kompentensi Dasar, Ketua Koordinator Pejuang PPPK Malaka : Jaga Situasi Kamtibmas

redaksi JournalReportase

RPTRA Tidak Layak Pakai, Anak yang Jadi Korbannya

redaksi JournalReportase

Leave a Comment