JournalReportase.com, Diah Ayu Lestari memang cukup dikenal di musik Tanah Air. Lewat lagu-lagu bernuansa jazz etnik yang kerap dibawakannya, perempuan yang kerap disapa Dede itu sudah keliling dunia memenuhi undangan bernyanyi seperti Jerman, Belanda, Australia, Mesir dan terkini di Kota Lviv, Ukraine.
Namun rasanya, menurut dia pencapapaiannya di musik etnik sudah on the track, tetapi buat karirnya di musik sepertinya masih ada sesuatu yang mengganjal lantaran belum maksimal. Dede juga ingin lebih dikenal luas sebagai penyanyi yang serba bisa. Oleh karenanya kali ini dia mencoba peruntungan keluar dari zona nyamannya dengan membuat kreatifitas baru dalam bermusik. R&B Soul, Easy Listening menjadi tumpuan barunya dalam bermusik. Dia juga katanya ingin menyasar kaum milenial secara khusus.
Lagu “Mata Bicara” pun tercipta olehnya, menjadi bukti bahwa Dede sungguh-sungguh keluar dari bayang-bayang jazz etnik yang selama ini menjadi zona nyamannya. Bersinergi dengan hal tersebut, dia juga sudah mengganti namanya dari Diah Ayu Lestari menjadi Diale. Inilah metamorfosa yang telah dilakukan olehnya baru-baru ini.
“Pertimbangannya itu karena ingin bisa nyanyi dengan lagu ciptaan sendiri yang lebih feel sama diri sendiri juga. Sekarang kan usia aku sudah 20an, pengen kasih sesuatu yang baru untuk pendengar,” kata Diah Ayu Lestari, saat ditemui di studio Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Terkait pemilihan nama Diale, Diah Ayu Lestari mengaku nama itu diambil dari inisial nama lengkapnya.
“Oh iya, soal nama, aku memang mengganti nama untuk industri musik menjadi Diale. Nama Diale tidak jauh dari kependekan nama aku dari orang tua, Diah Ayu Lestari. Nama dari orang tua selalu hoki untuk aku. Di itu untuk Diah. A dari Ayu. Sedangkan Le-nya itu Lestari. Biar kekinian aja sih, menampilkan sisi lainnya aku, jadi kayak rebornnya aku, trus kayaknya ngerasa hoki juga dengan nama Diale. Semoga nama Diale semakin hoki ya” ucapnya.
Terkat lagu “Mata Bicara” Diale mengaku kalau lagu tersebut diciptakan sendiri olehnya dengan waktu yang sangat singkat.
“Waktu itu di jalan lagi dengar lagu R&B gitu. Trus langsung muncul ide. Kayaknya asyik juga nih kalau notasinya diganti jadi begitu. Trus jadi deh lagu ‘Mata Bicara’,” katanya.
“Lagu ‘Mata Bicara’ ini berkisah soal lihat-lihatan antara aku dengan si cowok yang aku lihat, tapi hanya sebatas itu karena nggak ada actionnya, liriknya aku tulis sendiri waktu aku on the way (otw) ke kampus sambil denger lagu R&B. Trus liriknya aku kirim ke teman pemusik untuk dibuat chordnya termasuk nadanya. Genrenya lebih ke pop dengan campuran R&B nya. Awalnya lagunya mau dibuat agak ngebeat tapi yang mau disalurkan malah jadi lebih mellow. Jadi lagunya asik didengar dan pendengarnya akan terbawa dalam suasana musik yang diisi dengan piano dan harpa,” sambungnya.
Untuk pemilihan musiknya, Diale lebih memilih pop dengan balutan R&B, Soul. “Sekarang lebih yang easy listening. Pop-nya itu lebih ke arah R&B. Aku suka lebih indie dan elektronik,” ucap Diale, yang juga memproduksinya singlenya lewat bendera labelnya sendiri bernama Diale DMI Music.
Dalam waktu dekat Diale juga berencana akan membuat video klip ‘Mata Bicara’ di Pulau Dewata, Bali.
“Klipnya kita ada rencana akan bikin di Bali. Tapi masih dalam proses perencanaanya. Dan single “Mata Bicara” ini akan kita launching di bulan November nanti. Kebetulan aku juga ada satu lagu baru lagi berjudul “Paradise” dengan nuansa musik EDM yang dimana kalau aku nyanyiin itu lebih relatable, singlenya juga akan diselesaikan bulan Oktober ini juga, Jadi sekalian akan dikenalkan dua lagu baru ini. Karena “Mata Bicara” dan “Paradise” itu ada alur dan ceritanya sendiri,” ujar Diale.
Diale juga berkisah proses terciptanya kedua single yang segera akan dirilis dalam waktu dekat ini merupakan proses healing dalam dirinya selama ini.
“aku suka lagu R&B, di kedua single ini aku mau coba nyanjiin sesuatu yang baru. Aku mau kasih lihat bahwa musikalitas aku itu nggak terbatas. Makanya belakangan aku juga banyakin denger lagu-lagu barat yang kekinian dari berbagai genre,” sambung Diale.
Diale juga berencana akan menyisihkan 50% dari hasil penjualan single “Mata Bicara” di digital store yang akan di donasikan pada korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.
“Pengennya kalau ini sudah di-launching nanti, ada orang yang download secara digital, 50 persen keuntungannya akan disumbangkan. Karena aku merasa bersyukur, alhamdulillah kita di posisi yang nyaman ada di Jakarta. Aku prihatin sekali dengan musibah gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kasihan melihat saudara kita disana. Dari situ aku dan ibu serta managemen ingin mendonasikan setengah dari hasil penjualan lagu “Mata Bicara” yang nanti akan kita berikan langsung disana,” ucap Diale.
