JournalReportase.com, Mantan Walikota Singkawang, Kalimantan Barat, Hasan Karman mengangkat realita kehidupan berpadu dengan seni dan budaya masyarakat Singkawang lewat film ‘Jejak Cinta’ yang menyimpan alkulturasi budaya berpadu dengan keindahan alam. Tak salah bila kota Singkawang menjadi lokasi syuting film sekaligus latar belakang cerita ‘Jejak Cinta’.
“Film ini akan menjadi kebanggaan besar bagi Kota Singkawang,” ujar Produser Eksekutif ‘Jejak Cinta’, Hasan Karman.
Hasan menambahkan, lokasi syutingnya berlokasi di Singkawang ini akan dipenuhi nuansa alam, budaya maupun kuliner yang akan mempesona mata. “Masa syuting itu dimulai dari tanggal 18 Januari sampai 2 Februari 2018,” katanya.
“Intinya kita ingin mengangkat realita di Singkawang untuk diangkat ke pentas nasional bahkan internasional,” ia menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengucapkan terima kasih kepada crew film Jejak Cinta. Kepada Hasan Karman khusunya.
“atas nama Pemerintah Kota Singkawang, saya berterima kasih karena Singkawang menjadi pilihan untuk dijadikan sebagai lokasi shuting dalam film ini,” katanya.
Film Jejak Cinta ini, katanya, menceritakan seorang guru yang ditugaskan ke pinggiran kota. “Untuk gurunya diperankan oleh Baim Wong,” ceritanya.
Dibintangi Baim Wong, Prisia Nasution, Mathias Muchus, Della Perez dan Zora Vidayatia, film ini menceritakan Maryana putri kelahiran daerah dalam hal ini diperankan oleh Prisia Nasution, dimana Prisia ini berupaya untuk menggali semua budaya yang ada di kota kelahirannya untuk diangkat ke pentas nasional bahkan internasional.
Maryana setiap hari sangat khawatir dirinya terkena kanker serviks, pasalnya almarhumah ibunya meninggal karena kanker serviks stadium 4.
“Maryana memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Namun ia tak berani membuka amplop hasil pemeriksaan dokter tersebut, karena khawatir hasilnya adalah dia positif terkena kanker serviks,” kata Tarmizi Abka, selaku sutradara ‘Jejak Cinta’,
Cerita bertambah rumit, ketika suatu hari, Hasan mendapat telepon dari Sarah, yang diperankan oleh Della Perez. Selama ini, Hasan dekat dengan ayahnya Della yang diperankan aktor senior Mathias Mucus.
“Keluarga orang tua Della tengah mengalami musibah. Ayahnya Della dipenjara karena terlibat sebuah kasus. Ia meminta Hasan menolong Della. Hasan bersedia menolong tapi ia bingung, karena ia sudah beristri, sedangkan ia punya hutan budi kepada ayahnya Della,” ujarnya.
Film yang diproduksi Trazz Production ini rencananya akan tayang mulai 6 September 2018akan ditayangkan serentak di seluruh bioskop tanah air pada 6 September 2018.
Diketahui bahwa Mantan Walikota Singkawang itu, Hasan Karman sekarang ini mantap memilih Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai kendaraan politiknya untuk bertarung di pemilu 2019 mendatang menuju kursi DPR RI di Senayan.
“Saya sekarang bergabung dengan Nasdem untuk maju sebagai Bacaleg DPR RI di daerah pemilihan satu yang meliputi 9 Kabupaten,” katanya mantap, saat ditemui di kawasan XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, usai Press Screening pada, Minggu (2/9).
Hasan juga optimis dan menilai bahwa dirinya punya peluang besar untuk meraih suara di daerah pemilihan Kalbar Satu. Lantaran sebagai Mantan Walikota singkawang dirinya merasa cukup populis di masyarakat.
“Sebagai mantan Walikota Singkawang, kalau di kawasan pesisir saya cukup dikenal. Nasdem juga menilai delapan kursi yang direbut pada pemilu 2019 mendatang ada peluang,” ucapnya.
Hasan menyebutkan potensi suara yang bisa di optimalkan yakni di daerah seperti Singkawang, Bengkayang dan Sambas.
“Kita Ingin dari Dapil Satu ini ada keterwakilan putra terbaik dari daerah pesisir. Ada keterwakilan putra daerah di Jakarta yang mengerti tentang kondisi daerah dan memperjuangkan aspirasi didalam kancah nasional,” tegasnya.
