Journal Reportase
Breaking NewsNasional

HUT ke-56, TVRI Dari Kolonial ke Milenial

JournalReportase.com, Stasiun Televisi Nasional TVRI pada 24 Agustus 2018 mendatang genap berusia 56 tahun. Dibawah komando Helmy Yahya, di usianya yang ke 56, lembaga penyiaran publik ini terus berbenah diri agar bertransformasi dari kolonial menjadi milenial. Benarkah demikian? Ya, TVRI sudah berganti baju, lihat saja program-program yang disajikannya seperti sekarang ini. TVRI tak lagi identik dengan ‘tua’, jadul, kuno, dan membosankan.

Sebagai media penyiaran publik ditengah era teknologi digital yang terus berkembang pesat, TVRI, juga tidak bisa lagi terus terlena dengan nostalgia masa silam, ketika masih bersifat sebagai lembaga penyiaran tunggal tanpa pesaing. Kini TVRI dituntut harus cepat keluar dari problem historis tersebut menuju tata kelola lembaga penyiaran yang lebih modern dan digitalize. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama TVRI, Helmi Yahya dalam jumpa pers di Jakarta, untuk menyambut ulang tahun ke-56 lembaga penyiaran tersebut pada 24 Agustus 2018.

“TVRI terus berupaya merubah diri, tidak lagi menampilkan kesan tua dan ketinggalan jaman. Saya mencoba memperbaikinya secara perlahan wajah maupun warna baru menuju era televisi masa kini. Peningkatan kualitas tayangan baru yang mendidik dan sarat akan konten positif, termasuk siaran dari analog menuju televisi digital dengan kualitas gambar yang tajam dan jelas. Seperti hari ini, saya ingin memperkenalkan seragam TVRI yang baru, berwarna hitam. Kita bangun secepat mungkin, mengejar dan meraih penonton muda yang ada di media sosial. Media sosial sekarang adalah platform, kita (TVRI) yang dulu ‘Kolonial’ sekarang menuju ke Milenial,” jelas Helmi Yahya, selaku Direktur Utama TVRI, yang baru menjabat sekira sembilan bulanan.

Pihaknya juga memanfaatkan media sosial untuk menggaet penonton muda. Beberapa akun media sosial, seperti Twitter dan Youtube TVRI, telah terverifikasi.

“Kami sadar SDM yang terbatas, kami bekerja sama dengan pihak ketiga mengelola Youtube-nya TVRI. Penonton sudah bisa menyaksikan beberapa program di sana,” ucapnya.

Bertepatan dengan HUT RI ke-73, dan Indonesia menjadi tuan rumah gelaran Asian Games ke-18, tahun 2018 ini, menjadi moment penting bagi TVRI untuk merayakan ulang tahun ke-56 nya. Rangkaian acara pun digelar, mulai dari kegiatan touring bikers bertajuk ‘Touring Tanah Air HUT TVRI’ yang bekerjasama dengan Musaflr Bikers di mulai sejak tanggal 10 Agustus Ialu, dibagi menjadi 6 Tim akan menjelajahi sekitar 7300 km sebagian besar wilayah Indonesia (Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, NTT, Bali & NTB serta Jawa).

Malam puncak yang digelar hari Jum’at, 24 Agustus 2018, dari Balai Sarbini Jakarta. TVRI akan menyajikan Konser Musik bertajuk ‘56 Tahun Menyatukan Indonesia’ ini akan dimulai pada pukul 19.30 WIB live selama 5 jam yang dimeriahkan oleh D’Masiv, Krisdayanti, The Rollies, Once, Putri Ayu, Tantowi Yahya, Sanggar Bertha, Purwacaraka Children Choir, Komika pemain Ria Jenaka Milenial (Gibas, Babe Cabita, Arief Didu dan Mamat Papua), Ira Swara, dan lainnya.

Konser musik dengan orkestra Astrid Lea yang akan mengiringi penyanyi membawakan lagu-lagu nasional sebagai penyemangat, acara ini akan dipadu Gilang Dirga, Theo Daniel, Farhan, Andea Lee dan Rina Pahlevi sebagai MC. Acara ini mengundang sejumlah petinggi negara serta orang-orang yang berjasa atas berdiri dan tetap eksisnya TVRI. Dalam acara puncak perayaan ini juga diadakan Malam Penganugerahan bagi insan TVRI “Gatra Kencana 2018”, penghargaan ini sebagai penyemangat bagi insan TVRI Daerah agar selalu memberikan karya terbaiknya untuk TVRI.

Dalam media conference di Lobby GPO TVRI Senayan, Selasa (21/8) sore, diadakan juga penandatangan MOU antara TVRI dengan Good News From Indonesia (GNFI), TVRI akan bekerjasama dalam bidang program untuk menyebarkan konten positif dan menginspirasi yang datang dari Indonesia.

Menurut Apni Jaya Putra, Direktur Program dan Berita LPP TVRI, program ini diharapkan akan menjadi gerakan di mana publik yang berasal dari berbagai kalangan terdorong untuk merekam berbagai aktivitas yang mencerminkan bahwa di Indonesia memiliki banyak hal positif yang layak dibagikan dan dibanggakan.

TVRI sudah membuatkan program khusus untuk mencegah hoax dan mengapresiasi kegiatan positif masyarakat dengan memperbolehkan masyarakat mengirim konten video positif ke TVRI dan akan ditayangkan di televisi tersebut.

“Tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik dimana Pileg dan Pilpres diselenggarakan, kami harus mencegah hoax dan meraih penonton muda yang kritis dan kreatif,” kata Helmy Yahya.

 

Related posts

Kodim 0505 Jakarta Timur Bersama Forkopimko Gelar Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

redaksi JournalReportase

Empat Pelaku Pemerkosa Dikebun Singkong Ditangkap Dua Ditembak Petugas

redaksi JournalReportase

Berkas TPPU Bos Indosterling Optima Investa P-21, Bareskrim Segera Pelimpahan Tahap II

redaksi JournalReportase

Leave a Comment

KLIK BAHASA BERITA»