JournalReportase.com, Masih teringat jelas dalam benak kita bagaimana Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) DKI Jakarta 2017 kemarin menyisakan beragam warisan buruk, lantaran pesta demokrasinya dihujani oleh permainan isu SARA, Hoaks dan ujaran kebencian. Sehingga membuat masyarakat seolah-olah jadi terpecah (terpolarisasi) karena perbedaan pandangan politik.
Ditahun 2019 mendatang adalah tahunnya Pemilu, dimana masyarakat Indonesia kembali akan melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan yakni Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (PilPres) Republik Indonesia periode 2019-2024. Selain PilPres ada juga Pemilihan Legislatif (PiLeg). Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (PilPres), berbagai ujaran kebencian, hoaks, politik SARA, dan perang hastag kembali memanas. Salah satu yang paling kencang sebelum PilPres dimulai adalah #2019GantiPresiden
Untuk menghindari suasana PILKADA DKI supaya tidak terulang kembali pada PilPres 2019 mendatang, maka sekelompok orang yang merasa terpanggil dan prihatin atas keadaan bangsa yang tergabung dalam Aliansi Pewarta Independen (API) bergandengan tangan bersama jurnalis aktifis, musisi, budayawan dan lintas profesi lainnya menyatakan sikap untuk turut serta memberikan angin segar melalui gerakan moral yang disebut #SelamatkanIndonesia.
Adalah Agus Asianto, Alex Palit, Antoes Budi dan Ote Abadi, keempatnya bersepakat untuk berada dijalur poros tengah yakni jalur independent. Ditakutkan bila situasi ini tidak segera diantisipasi, maka politisasi isu SARA, Hoaks dan ujaran kebencian dapat memicu terjadinya polarisasi dalam kehidupan sosial di masyarakat, yang juga bisa mengarah pada terjadinya gesekan konflik horizontal.
Ide dan gagasan itu dituangkan dalam sebuah pernyataan sikap melalui sebuah lagu berjudul #SelamatkanIndonesia karya Ote Abadi dan Alex Palit, yang dinyanyikan bersama di Anjungan Sulawesi Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (18/8).
“Keberadaan API di sini untuk membawa angin segar atas gerakan moral cinta damai semuanya dilkukan demi keutuhan persatuan dan kesatuan yang Bhinneka Tungal Ika. tujuan kita cuma satu yaitu selamatkan Indonesia, kebetulan saja tahun ini berdektan dengan tahun politik jadi kita rasa ini tepat sekali momentumnya,” kata Ote Abadi.
Ote Abadi sendiri diketahui sudah malang melintang di panggung musik Tanah Air bersama Leo Kristi ini menegaskan bahwa #SelamatkanIndonesia hanya gerakan moral bersifat independen.
“API tidak memihak ke kubu politik apapun. kita ini adalah `Poros Tengah` yang menentang segala bentuk hoaks, hate speech, dan politisasi SARA,” tegas Ote.
Senada dengan Ote, lewat #SelamatkanIndonesia Alex Palit juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memberi dukungan dalam kampanye gerakan moral kebangsaan agar pesta demokrasi Pilpres 2019 mendatang bisa berjalan, aman dan damai. Jauh dari kepentingan politik pragmatis yang biasanya berawal dari ujaran kebencian, hoaks dan politik SARA.
#SelamatkanIndonesia sendiri adalah bukan tandingannya dari #2019GantiPresiden yang selama ini sudah sering kita dengarkan. Disini kita nggak bermaksud mau menandingi gerakan lainnya. Kita juga nggak berafiliasi dengan kubu (poros) politik apapun. Karena semua orang memang punya hak politik yang sama tapi tujuan kita cuma satu yaitu #selamatkan Indonesia. Boleh berbeda pilihan asal tidak saling menjatuhkan. Makanya kita disini lebih mengajak untuk melakukan gerakan moral yang terlahir sebagai reaktif atas keprihatinan terhadap dinamika panggung politik saat ini jelang gelaran Pilpres dan Pileg 2019 dengan mengemukanya politisasi politik SARA,” jelas Alex Palit mantan wartawan Harian Surya.
Seperti diketahui sosok Ote Abad, selain tercatat sebagai anggota Konser Rakyat Leo Kristi (1983 – 2006), lelaki kelahiran Palu ini sudah merilis album Di Balik Terali (1989) dan Cinta Terlarang (1995). Kini, Ote bergabung dalam bendera band The New Mercy`s.
Sementara Alex Palit adalah wartawan senior dan penulis buku God Bless and You: Rock Humanisme (2017). Alex juga menulis lirik lagu Basa-Basi dan Dongeng Tanah Seberang di album Prahara – Gong 2000, Dongeng (Elpamas), dan Lidah Halilintar (Nicky Astria).
Kolaborasi antara musisi Ote Abadi dan jurnalis Alex Palit yang tergabung dalam Aliansi Pewarta Independen (API) berhasil merampungkan mini album. #SelamatkanIndonesia, berisikan tiga lagu yaitu #SelamatkanIndonesia, Buat Apa, dan Pemilu Telah Tiba. Selamatkan Indonesia, lahir dari kegundahan para seniman dan jurnalis.
