Jakarta-Journal Reportase,- Untuk menciptakan wilayah semakin kondusif, Polda Metro jaya dan jajaran Polres melakukan Operasi Cipta Kondisi memberantas kejahatan jalanan di Jakarta dan sekitarnya. Target yang dicapai selama tiga hari ( 3 Juli sampai 5 Juli), sebanyak 387 orang preman diamankan polisi.

“Mereka diduga melakukan tindak premanisme, Curat (pencurian dengan pemberatan), Curas (pencurian dengan kekerasan), dan Curanmor (pencurian kendaraan bermotor),” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jumat (6/7/2018).
Dari 387 orang yang diamankan, sebanyak 73 orang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan 314 orang lainnya dibina. “314 dilakukan pembinaan. Dia tidak terbukti lakukan tindakan pidana. Tapi, kita tetap monitor kegiatan-kegiatan mereka,” ucap Argo, di Main Hall Polda Metro.
Seluruh pelaku yang ditangkap merupakan hasil tangkapan dari 14 polres di bawah wilayah hukum Polda Metro Jaya. Polres terbanyak yang menangkap pelaku, yakni Polrestro Jakarta Timur dengan jumlah yang ditangkap mencapai 100 orang, tapi tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Di sisi lain, polres yang paling banyak menetapkan tersangka pelaku kejahatan jalanan, yakni Polrestro Jakarta Utara dengan 18 orang.
Dari penangkapan para pelaku, tak kurang dari 25 orang terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap. Dua di antaranya ditembak mati.
“Yang 2 ini tewas kehabisan darah saat dibawa ke rumah sakit,” kata Argo.
Sementara itu, puluhan senjata juga diamankan oleh Polisi. Mulai dari kelewang, pedang, hingga senjata api rakitan. Operasi ini masih akan dilakukan selama sebulan ke depan, hingga tanggal 3 Agustus.
Penjambretan dan pembegalan belakangan ini marak terjadi di Jakarta. Namun Polda Metro Jaya mengklaim angka kejahatan di Jakarta secara kuantitas mengalami penurunan. “Kalau kita hitung, turun dalam 6 bulan terakhir,” katanya.
Argo tak menjelaskan secara detail mengenai penurunan angka kejahatan tersebut. Yang pasti, menurut dia, polisi terus melakukan operasi untuk memburu para pelaku kejahatan. “Cuma karena mungkin terfokus dengan satu kasus saja, ya. Makanya dari Polda Metro Jaya kita buat operasi kewilayahan,” ujarnya.[red]
