Jakarta-Journal Reportase,- Terungkapnya aksi kejahatan pencabulan (predator) terhadap anak yang dilakukan WS alias Babeh, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa prihatin.
Untuk itu, Kementerian Sosial (Kemensos) siap merawat 41 korban yang menjadi korban sodomi babeh yang terjadi di Kabupaten Tangerang. Khofifah menegaskan, pihaknya siap merawat korban terutama dari aspek kejiwaannya. “Saya sangat menyayangkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak-anak yang terjadi justru dilakukan oleh guru yang notabene adalah ujung tombak pendidikan bangsa,” ungkap Khofifah, Sabtu (6/1).
Dalam keterangan yang disampaikan, kekerasan seksesual yang dilakakukan WS, Kemensos bertindak cepat untuk menyelamatkan para korban di safe house. Di safe house ini para akan diberikan treatment psikososial.
Saat ini Kemensos tengah melakukan assesment terhadap 41 orang anak yang menjadi korban pedofilia yang dilakukam oleh WS. Umumnya para korban anak laki-laki berusia 10 – 15 tahun. Modus tersangka dalam menjalankan aksinya dengan cara membujuk korban dengan iming-iming ilmu kajian pelet.
Semua korban mendapat perlakuan pelecehan dari WS yang merupakan sehari-hari merupakan guru honorer itu di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Selama ini WS tinggal sendiri semenjak istrinya bekerja sebagai TKW di Malaysia.
Untuk itu Khofifah meminta kepada orang tua menyerahkan anaknya yang menjadi korban pedofilia untuk diberikan treatment di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus, Jakarta Timur.
“Bagi para orang tua jangan dianggap aib sehingga hal ini disembunyikan karena akan menghalangi proses psikososial theraphy terhadap korban,” tegas Khofifah.
Khofifah mengajak para orang tua agar mengenal teknologi. Sebab tidak dipungkiri banyak pelaku pedofilia memakai sarana tersebut mencari korbannya. Untuk itu setiap anak yang menggunakan smartphone perlu didampingi dan diedukasi. [red]
