Journal Reportase
Breaking News

Ketertarikan Pertamina Kelola Blok Rokan

JAKARTA-JOURNAL REPORTASE,- Terkait  delapan Blok yang ditugaskan Pemerintah, Pertamina lebih  tertarik  kepada Blok Rokan. Pasalnya, menurut   Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, cadangan minyak yang masih tersisa di Blok Rokan sampai kontrak berakhir masih cukup besar.

PT Pertamina (Persero) menganggap Blok Rokan lebih menarik dibandingkan delapan blok minyak dan gas bumi (migas) yang ditugaskan oleh pemerintah. Pernyataan ini menanggapi sikap pemerintah yang ingin memperpanjang kontrak Chevron, padahal Pertamina berharap bisa mendapatkan Blok Rokan.

Menurut Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, cadangan minyak yang masih tersisa di Blok Rokan sampai kontraknya berakhir masih cukup besar. Apalagi saat ini blok tersebut juga menjadi kontributor terbesar produksi minyak nasional. Sepanjang kuartal I tahun 2017, Blok Rokan menyumbang sekitar 28 persen total produksi minyak nasional. Selama tiga bulan pertama tahun ini, blok yang masih dikelola Chevron tersebut memproduksi masih mampu minyak sebanyak 230.170 barel per hari (bph).

Selain itu, Syamsu mengatakan tingkat keekonomian Blok Rokan masih bagus dibandingkan wilayah kerja Chevron lainnya yang sudah dikembalikan ke pemerintah, seperti East Kalimantan. “Bahkan lebih baik dari blok-blok yang akan terminasi tahun depan,” kata dia kepada Katadata, Akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, ada delapan blok yang akan berakhir di 2018 dan sudah ditugaskan kepada Pertamina untuk mengelolanya. Delapan blok migas tersebut adalah Blok Sanga-sanga, Blok East Kalimantan, Blok Attaka, Blok South East Sumatera, Blok Tengah, Blok NSO, Blok Tuban, dan Blok Ogan Komering.

Meski begitu, manajemen Pertamina menyerahkan keputusan pengelolaan Blok Rokan setelah kontrak berakhir kepada pemerintah. “Perpanjangan maupun pengakhiran kontrak blok termasuk Rokan, sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah dengan berbagai pertimbangannya,” ujar Syamsu.

Kelola Blok Rokan Produksi Pertamina Tidak Turun

Seperti sebelumnya,  diberitakan,  ketertarikan Pertamina mengelola blok Rokan,  menurut   Syamsu Alam,   bisa dijamin produksi Pertaminan tidak akan turun. Namun begitu untuk meyakinkan Pemeriintah tentunya  Pertamina  mampu menunjukkan kinerja yang baik kepada Pemerintah. “Untuk meyakinkan tentu Pertamina harus menunjukan kinerja yang baik, minimal sesuai dengan harapan pemerintah,” kata Syamsu Alam.

PT Pertamina (Persero) berusaha menyakinkan pemerintah mampu mengelola Blok Rokan di Riau. Upaya ini dilakukan agar pengelolaan ladang minyak itu jatuh ke tangannya setelah kontrak berakhir pada 2021.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, blok yang masih dikelola Chevron Indonesia ini memang menjadi salah satu incaran Pertamina untuk diambil alih. “(Rokan) termasuk salah satu dalam list,” katanya.

Meski sudah tergolong blok tua, Blok Rokan memang masih memiliki potensi yang besar. Blok ini bahkan menjadi penyumbang produksi minyak terbesar di Indonesia. Sepanjang kuartal I tahun 2014, produksi minyak dari blok tersebut mencapai 230.170 barel per hari (bph).

Karena itu, cara Pertamina menyakinkan pemerintah agar memberikan hak kelola blok tersebut adalah menunjukkan kinerja yang baik. Salah satunya adalah menjaga tingkat produksi minyak dan gas bumi (migas) agar tidak turun. [red]

Related posts

Bakal Calon Presiden Sam Aliano Bertandang Ke Ketua MPR

Polres Jakbar Pulangkan 105 Pendemo yang Diamankan

redaksi JournalReportase

Evakuasi Udara Satgas Tinombala Selamatkan Ibu Hendak Melahirkan

redaksi JournalReportase

Leave a Comment