Muara Enim – Warga Pelita Sari kelurahan Pasar Satu Muara Enim mengeluhkan tak adanya penerangan jalan umum (PJU). Kondisi tersebut selain mengundang aksi tindak kriminal, juga bisa dimanfaatkan segelintir orang untuk melakukan tindakan mesum di jalan triton desa pelita sari kelurahan pasar satu.
“ Petugas seharusnya rajin mengontrol ke lapangan. Jangan hanya duduk di belakang meja menunggu laporan warga yang masuk.” Keluh warga
Toni warga pelita sari, desa pasar satu, Kabupaten Muara enim, mengeluh tidak adanya PJU di jalan desa yang berdekatan dengan kota kabupaten, akibatnya daerah ini rawan sekali dengan begal dan tindak criminal.
” kalau malam takut jika mau kemana mana, dan gelap gulita seperti tak ada penghuninya” ujar toni.
Hal senada di ungkapkan oleh ari jonathan yang menjelaskan bahwa warga sudah berulang kali meminta agar ada PJU di desa pasar satu ini .
” sudah 5 tahun lebih warga menunggu tapi tak ada perhatian dari pihak terkait” tambah ari jonathan.
Warga pelita sari pasar satu, kabupaten Muara Enim meminta kepada pihak terkait dan pemkab muara enim agar dapat segera untuk menganggarkan PJU di desa pasar satu tersebut, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan dari pihak terkait, selain itu warga juga telah minta bantuan untuk menyampaikan keresahan warga desa melalui pertambangan tetapi belum juga di tanggapi oleh pemkab dan pihak PLN Kabupaten Muara Enim.
“masak kami harus setiap waktu untuk menyurati dan memohon agar adanya PJU” imbuh toni.
Warga merasa kurang adanya perhatian dari pemkab muara enim dalam hal penerangan jalan karena jika tidak adanya fasilitas PJU membuat jalan tersebut jika malam kondisinya sangat gelap.
Ari jonatha warga desa pelita sari pasar satu, muara enim, mengaku dibuat kesal karena sejumlah PJU yang tidak terawat. Padahal ketika membayar iuran listrik, warga dikenakan potongan untuk pemeliharaan PJU. Ia merasa keberatan dengan adanya potongan tersebut ” masa warga yang dipaksakan membayar pemeliharaan PJU ” jelasnya
“ Kalau lampu jalan, semua lokasi jalan dipasang penerangan, kami warga tidak keberatan. Namun, pada kenyataannya terbalik justru banyak lampu yang rusak seperti di kawasan desa cuman ada lampu satu tiang yang ada lampunya dan Jalan desa pasar satu yang mati,” ucap ari
Warga pelita sari pasar satu , muara enim meminta kepada Pemerintah kabupaten (Pemkab) Muara enim untuk menegur petugas PJU untuk dapat segera memasang Penerangan Jalan Umum kembali berfungsi. Ia heran petugas hanya menunggu laporan warga mengenai lampu padam ataupun tidak ada lampu penerangan. Padahal, mereka mempunyai kendaraan operasional dan petugas yang seharusnya turun ke lapangan, bukan hanya di kantor.
warga desa pasar satu juga menilai kalau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) muara enim kurang adil dalam hal pelayanan fasilitas PJU yang tidak ada dipedesaan pasar satu. Selama ini, warga terpaksa memasang lampu di depan rumahnya agar perkampungan tidak terlalu gelap. “Akhirnya kami dua kali bayar. Pertama bayar pajak untuk PJU, tapi di rumah kita bayar arus listrik lagi untuk penerangan jalan atau lingkungan,” imbuh ari jonatha. (Supriyadi/TO)
