Journal Reportase
Nasional

Bersama Seto Kemensos Pulihkan Trauma Anak-Anak Korban Gempa Pidie Aceh

JROL-ACEH,-  Hantaman  gempa  berkekuatan 6,4 skala richter (SR), Rabu  pekan lalu (7/12),  Aceh kembali berduka.  Data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 5.19 Lintang Utara, 96.36 Bujur Timur, 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

korban-gempa

Gucangan gempa yang memporaporandakan sejumlah bangunan di  negeri serambi mekkah tentu saja   menjadikan guncangan bukan hanya sisi materil tapi juga  bathin yang secara psikologi menggoyangkan kehidupan  masyarakat yang tertimpa bencana tersebut, khususnya anak-anak.

Karena itu, Pemerhati anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Dr Seto Mulyadi memberikan penguatan kepada Tim Psikososial Kementerian Sosial RI dalam upaya memulihkan dan menyembuhkan trauma anak-anak korban gempa  Pidie Jaya (Pijay) Aceh.

“Kak Seto merupakan bagian dari tim Kemensos. Beliau kita libatkan  untuk membantu mempercepat pemulihan trauma anak-anak karena beliau sudah berpengalaman dalam penanganan psikososial anak-anak korban bencana,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Pidie Jaya, Kamis (14/1/2016) melaui Andi Hanindito, KepalaBiro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI.

Mensos berharap Tim Psikososial ini dapat melakukan penyembuhan trauma lebih dini dan menggunakan metode yang tepat agar korban bisa segera dipulihkan.Pria yang akrab disapa Kak Seto ini tiba di Pidie Jaya, Rabu (13/12/2016) siang bersama Kak Henny yang juga akan menghibur anak-anak korban gempa.

Ini merupakan kedatangan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada Kamis (8/12/2016) atau sehari setelah gempa ia terbang ke Aceh untuk segera memastikan penanganan trauma anak-anak.

Sebanyak 33 anggota Tim Psikososial terdiri atas taruna siaga bencana (Tagana),  dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Sakti Peksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), TKSK, dan para relawan sosial.

Terapi psikososial bagi korban  terlebih kepada anak-anak menurut Seto  harus dilakukan sedini mungkin. Terutama karena luka jiwa yang membekas pada anak-anak akan menimbulkan perasaan mudah takut, mudah curiga, tidak percaya, hingga tidak bisa bekerja sama. “Dengan treatment psikologis yg lebih awal ibaratnya luka ya segera diobati jadi tidak membekas terlalu dalam,” tambahnya.

Sementara  itu,  menurut Andi Hanindito, Tim Kemensos juga melibatkan kalangan profesional, yakni psikolog dan pekerja sosial di Aceh. Tim juga akan melakukan monitoring secara terus-menerus perkembangan pemulihan anak-anak minimal hingga tiga bulan ke depan. [anl-red]

 

Related posts

Babinsa Koramil 03/GP Bantu Fogging Atasi Nyamuk Demam Berdarah

redaksi JournalReportase

Tinjau Lokasi Pengungsian di Rusun Embrio Cilincing, Kapolda Metro Bersama Pangdam Jaya Pastikan Penanganan Korban Banjir Terlayani dengan Baik

redaksi JournalReportase

Pelayanan Kesehatan, Tim Medis Satgasres Damai Cartenz-2022 Berikan Pengobatan Gratis

redaksi JournalReportase

Leave a Comment