JROL-JAKARTA,- Untuk sekian kalinya pemusnahan narkoba berbagai jenis dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasioanl (BBN).

Untuk kali ini pemusnahan barang setan terasa sangat istimewa., karena dihadirkan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang menyaksikan pemusnahan narkoba tersebut yang dipimpin oleh Kepala BNN Komjen Budi Waseso.
Hadirnya Presiden membuktikan betapa konsistennya Pemerintah untuk perang terhadap narkoba dan memberantas peredaran barang haram yang dampaknya dalam beberapa tahun ini telah mematikan jutaan manusia di Indonesia dengan sia-sia.
Dalam m pemusnahan barang bukti narkoba hasil penindakan kejahatan narkoba sejak dua bulan terakhir yang didapatkan dari 29 tersangka. Barang bukti narkoba itu terdiri atas sebanyak 445 kilogram sabu, 190.840 butir ekstasi, 422 kilogram ganja kering, dan 323 ribu butir erimin five.
“Ini jumlah yang sangat besar sekali,” kata Jokowi yang menyaksikan pemusnahan barang bukti berbagai jenis narkoba di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (6/11/2016).
Kalau melihat barang bukti narkoba itu, Jokowi merasa Indonesia harus sekali lagi menyatakan perang besar terhadap narkoba. Dia juga mengingatkan banyak korban yang telah berjatuhan dari para generasi muda akibat narkoba.
“Sekali lagi saya sampaikan, 15 ribu generasi muda kita mati setiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar dan bandar yang mati setiap tahunnya? Ini pertanyaan untuk Kepala BNN Budi Waseso. Tolong ini diberikan garis bawah,” kata Jokowi.
Pencucian Uang Dari Kejahatan Narkotika
Dalam kesempatan itu juga, Komjen Pol Budi Waseso menyebut telah mengungkap 21 tindak pidana pencucian uang hasil kejahatan narkotika sebesar Rp 2,6 triliun sepanjang tahun 2016.
Hal ini disampaikan pada acara pemusnahan barang bukti narkotika di Silang Merdeka Barat Daya, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2016). “BNN juga telah mengungkap 21 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika dengan total nilai aset mencapai Rp 261.863.413.345,” ujar Jenderal bintang tiga yang sering dipanggil Buwas.
Dalam peiode yang sama BNN bekerjasama dengan Bea dan Cukai serta Polri berhasil mengungkap 92 kasus penyalahgunaan narkotika dengan 196 tersangka. Sedangkan barang bukti yang berhasil disita diantaranya ganja seberat 3 ton 51 kilogram.
“Sejak Januari hingga November 2016, BNN telah mengungkap 96 kasus dan mengamankan 196 orang tersangka, dengan barang bukti yang disita berupa 990 Kg sabu, 3 Ton 51 Kg ganja, 616.534 butir ekstasi,” paparnya.
Dikatakannya, Keberhasilan BNN dalam mengungkap kejahatan narkotika ini merupakan wujud sinergitas yang telah dilakukan BNN dengan aparat penegak hukum Iainnya, seperti Polri, TNI, Bea dan Cukai, Kejaksaan Agung, serta Kementerian Hukum dan HAM.
Tak hanya itu, keberhasilan ini juga didukung oleh lembaga negara Iainnya, seperti PPATK, OJK, dan Bank lndonesia dalam mengungkap perputaran uang bernilai fantastis hasil berbisnis narkotika.
Buwas berharap sinergitas tidak hanya pada aparat penegak hukum dan instansi terkait saja tetapi juga dengan seluruh komponen bangsa. “Oleh karena itu, BNN mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama ‘angkat senjata’ perang melawan narkotika” tegasnya.
Pada pemusnahan barang bukti ke-15 di tahun 2016 ini berupa 445 Kg sabu, 190.840 butir ekstasi, 422 Kg ganja, dan 323.000 butir Erimin Five, dari 29 tersangka. Barang bukti narkotika ini merupakan hasil penindakan BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai pada periode Oktober November 2016, serta hasil penindakan kejahatan narkotika yang dilakukan oleh Polri.
“Dengan melakukan pemusnahan barang bukti tersebut sebanyak 3.000.000 anak bangsa dapat terselamatkan dari penyalahgunaan narkotika,” ungkap Buwas.
Presiden didampingi Menkopolhukam Wiranto, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, beserta unsur kepolisian, Kejaksaan dan Bea Cukai. [anl-red]
