SHARE

Jakarta, Journal Reportase.  – Rabu  (2/5/18),   sekitar pukul 16.30 telah tetjadi demo para mahasiswa Universitas Pancasila (UP) yg  dimotori  oleh Fak Hukum UP   yang  mengakibatkan  kemacetan  panjang pun terjadi   baik dari arah Pasar Minggu-Depok maupun sebaliknya dari Depok  ke Pasar Minggu  dan  bahkan   dipertigaan pintu kereta  gardu  Srengseng  Sawah Jaksel.

Mereka membakar ban bekas diluar areal halaman kampus jelaa mengganggu ketertiban umum yang harus menjadi perhatian pihak kampua. Sementara hanya beberapa gelintir saja aparat dari kepoliiaian dari Polsek jagakarsa Kompol Sujarwo dan Kanit Intel dan hanya beberapa anggota serse saja. Satpam UP tidak biaa banyak berbuat apa apa hanya mengawasi dan mengatur lalu lintas yang dialihkan ke dalam kampus dan selanjutnya keluar jalan raya ke arah balik Pasar Minggu.

Menurut keterangan Wadek III Andi Santranegara dihadapan para mahasiswa mengatakan, pihak rektorat akan memfasilitasi   para pendemo dengan rektor UP untuk menyampaikan tuntutan mereka agar bisa dikabulkan. ” Kita hargai sikap nrereka, namun sangat disayangkan  kenapa harus mengganggu ketertiban umum meskipun aksi demo ada di luar halaman kampus, sehingga menbuat kami jadi pusing dengan aksi nrereka,” ujarnya.

Seorang satpam menyahut,  baru kali ini kuta ini direpotkan dengan ulah mereka   yang sudah mengganggu  ketertiban   umum. “ Bagaimana kalo  sampai warga masyarakat pengguna jalan marah apa gak akan tambah runyam urusannya, bikin masalah baru aja mahasiswa terutama   dari fak hukum. Sedangkan dari fakultas  lainnya cuma bisa nonton dan duduk2 aja  pak, “ sergahnya kesal.

Sampai detik ini rektor UP belum bs ditemui, sementara ada sumber mengatakan belum lama  telah dilakukan pertemuan internal KMUP yagng terdiri dari 15 orang dengan rektor namun hasil pertemuan itu tidak disampaikan kepada mereka di fakuktasnya, sehingga memicu emosi hingga terjadinya  aksi  demo sekitar ratusan mahasiswa padati jalan raya srengaeng sawah tak jauh dari stasiun UP

Hingga berita inii diturunkan belum ada solusinya dan siapa yang bertanggungjawab ? Mereka semua memilih diam meskipun ini hanya mis komunikasi menurut Kapolsek Jagakarsa  Kompol Sujarwo. ” Kita berharap para mahaaiswa jangan sampai anarkis apalagi sudah mengganggu ketertiban umun bagi pengguna jalan. Diharapkan  pihak rektorat dan  mahasiswa ini bisa selesai i, dan lalu lintas bisa kembali lancar dan normal,'” ujar Kompol Sujarwo. [untung S]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY