SHARE

Jakarta-Journal reportase,-  Setelah buron selama 3 hari pelaku pembunuhan sepasang suami istri  (pasutri) pengusaha garmen yang mayatnya dibuang di Sungai Klawing Purbalingga, Jawa Tengah dapat ditangkap satuan Resmob Ditkrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin langsung Kasubdit Resmob PMJ AKBP bekerjasama tim Buser Polres Grobogan mebuahkan hasil, ketiga TSK masing-masing berinisial ZUL, EK, dan ST akhirnya dapat diringkus.

TSK Ahmad Zulkifli alias ZUL (MD) (39), adalah pelaku utama sekaligus dalang pembunuhan berencana terhadap koban sepasang suami isteri (sutri), Zakaria Husni (suami), dan Zakiya Masrur (isteri) yang mayatnya dibuang di Sungai Klawing,  TSK ZUL terpaksa ditembak mati petugas gabungan, karena mencoba melarikan diri saat diminta menunjukan penadah barang hasil kejahatan.

Sedangkan TSK EK (33) dilumpuhkan timah panas. TSK EK ini berperan bersama menghabisi korban, TSK ST (46) berperan sama menghabisi korban.  Pelaku ZUL juga bekas sopir pribadi korban yang sudah bekerja selama 20 tahun, sedangkan ST  merupakan karyawan korban pemilik pabrik garment bekerja sudah 30 tahun, sementara EK adalah rekan Zul dan ST.  EK, dan ST, adalah kedua pelaku yang masih hidup kini sudah ditahan di Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan penyidikan lebih intensif.

Sesuai Lapol. Nomor  : LP/223/K/IX/2017/Sta. tanggal, 11 September 2017. Kejadiannya pada Minggu, 10 September 2017 sekitar Pukul. 18.00 WIB. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jl. Pengairan No. 21 Rt.11/06, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tim Resmob PMJ langsung bergerak begitu ada informasi ditemukannya dua mayat pasangan sutri  korban pembunuhan keji yang dibuang di Sungai Klawing.

Menurut keterangan Kombes Pol. Argo Yuwono Kabid Humas PMJ kepada wartawan saat gelar perkara mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan berencana berawal dari sidik jari korban, dan  berdasarkan E-KTP korban.

Setelah dilakukan indentifikasi dari sidik kedua korban, dicocokan dengan E-KT korban, juga hasil otopsi yang dilakukan Polda Jateng kasus ini terungkap, bahwa pelakunya ada 3 orang berasal dari Jakarta.” Ketiganya, mengaku bekas karyawan pabrik garmen milik korban yang sudah pailit (bangkrut) usahanya,”terang Argo saat merilis kasus ini berikut beberapa barang bukti yang disita, dan 2 tersangka pelaku pembunuhan juga dihadapkan, Jumat (15/09) di Gd. Ditkrimum PMJ .

Turut mendampingi Kabid Humas PMJ,  Wadireskrimum PMJ AKBP Didik Sugiarto, Kasubdit Resmob PMJ AKBP Aris Supriyono (Ais), dan Kasubdit Penmas Bid. Humas, AKBP Gede Nyeneng dan beberapa anggota tim resmob Ditreskrimum saat merilis kasus tindak kejahatan pembunuhan berencana.

Kedua TSK, EK, dan ST  yang masih hidup, akan dikenakan  ancaman hukuman, yaitu ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP.  Untuk Pasal 365 KUHP sendiri,  ancamannya penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat yang berakibat kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, disertai pula oleh satu hal yang diterangkan dalam butir 1 dan 3 didalam pasal tersebut .

Hal  Senada juga dibenarkan   oleh  AKBP Gede Nyeneng (Kasubdit Penmas Bid Humas PMJ) pada  Journal Repotase.Com,   usai merilis kasus pembunuhan berencana pasangan sutra. Kedua jenazah korban pembunuhan tergolong sadis kini sudah dimakamkan oleh sanak familinya di pemakamam umum  di Jakarta.

Bagaimana kronologi kejadian, dan  penangkapan ketiga tersangka pelaku kasus pembunuhan berencana, Zul, EK, dan ST dalam  tempo  80 jam ini ? yang sempat bersembunyi di Hotel Harmoni Indah Grobogan,  Jateng, dan berfoya-foya  dengan hasil kejahatannya.

Kronologi kejadian

Berawal, TSK ZUL mengajak kedua TSK EK, dan ST untuk meminta pesangon kepada korban karena telah diberhentikan dari pekerjaan, jika tidak diberikan  pesangon, para TSK akan merampok harta korban.  Bertempat di rumah kontrakan TSK ZUL di darah Kreo, Cileduk, ketiga tersangka merencanakan perampokan di rumah korban yang juga bekas majikan tempat mereka bekerja sudah menyiapkan alat seperti : sarung tangan, sebo, pipa besi, lakban, dan tali.

Minggu ((10/09) Pukul 18.00 WIB, para TSK mendatangi rumah korban di Benhil. TSK ZUL mengetuk pintu dan dibuka oleh korban Zakiya yang saat itu masih mengenakan mukena usai shalat magrib. TSK ZUL langsung membekap mulut korban Zakiya dibantu  kedua TSK lain, EK, dan ST yang membentur-benturkan kepala korban ke lantai berulang-ulang kali, kemudian menyeret korban ke dalam kamar pembantu, dilanjutkan TSK EK memukul kepala bagian belakang korban dengan pipa besi hingga meninggal dunia ( Sesuai hasil visum penyebab kematian, adalah luka terbuka  di bagian kepala belakang yang mengakibatkan tulang tengkorak remuk)

Kemudian para tersangka mengingkat dan membungkus korban bernama Zakiya dengan bed cover yang ada di kamar pembantu. Begitu mengetahui suami korban bernama Zakaria tidak ada di rumah sedang menjadi imam di masjid dekat rumah, para TSK menunggu di balik pintu garasi  dan ketika korban Zakaria melangkah masuk, tiba-tiba TSK ZUL langsung membekap korban, dan dua TSK lainnya membawa mayat korban masuk kedalam rumah, lalu dipukul dengan pipa yang sama hingga meninggal dunia.

Mengetahui kedua korban pasangan sutra ini sudah tidak bernyawa,  kemudian diikat dan dijadikan satu lalu dibungkus dengan bed cover dimasukan kedalam bagasi mobil Toyota Altis Nopol B 2161 SBE berwarna silver milik korban. Ketiga TSK  menguras seluruh harta milik  korban, termasuk brankas milik korban  yang berisi perhiasan turut diangkut  ke dalam mobil.

Dengan mengendarai mobil jkorban, para TSK nerencana akan meningglakan mobil korban beserta kedua mayat yang  masih ad di bagasi di depan rumah korban yang ada di Pekalongan ( TSK ZUL mengetahuo alamat korban, karena cukup lama menjadi sopir pribadi korban). Namun TSK ZUL meurungkan nait tersebut, memilih membuang kedua mayat korban begitu melewati Sungai Kalwing Purbalingga.

Pada Selasa (12/09), para TSK menginap di Hotel Harmoni Indah dan berfoya-foya sampai pada akhirnya ketiga TSK ditangkap oleh Tim Gabungan Subdit Ramor dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama-sama anggota Polres Grobogan.  Selanjutnya,  ketiga TSK dibawa ke Jakarta guna penyedikan lebih lanjut.

Kronologi penangkapan

Penangkapan dilakukan pada Selasa (12/09)  Pukul 19.00 WIB di Hotel Harmoni Indah Grobogan Jawa Tengah.  Apresiasi terhadap Polres Purbalingga dengan cepat dapat mengindentifiaksi mayat kedua korban pasangan sutri yang ditemukan di Sungai Klawing Purbalingga setelah sidik jari korban terdata di E-KTP  milik korban.

 

Setelah terindentifikasi, ternyata korban beralamat di Jl. Pangairan Bendungan Hilir (Benhil) tak jauh dari Polsek Tanah Abang, Sat Reskrim Jakarta Pusat bersama Ditreskrimum PMJ melakukan olah TKP di alamat bersangkutan.

Olah TKP dilakukan pada (11/09) disimpulkan hasilnya, bahwa alamat tinggal kedua korban sesuai sidik jari yang terdata lewat E-KTP, Tim pun segera melakukan serangkaian proses penyelidikan dan  meminta keterangan beberapa saksi termasuk kerabat korban.

Selasa (12/09) Pukul 19.00 WIB di Hotel  Harmoni Indah Grobogan Jateng, tim berhasil menangkap ketiga tersangka

Rabu (13/09) sekitar Pukul 04.00 WIB pada saat TSK ZUL akan menunjukan tempat penadah emas di daerah Kudus, TSK Zul melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas memberikan tindakan tegas hingga TSK ZUL tersungkur, dan  tewas ditempat di hadiah timah panas.

Barang bukti (BB)

Barang bukti yang dapat disita antara lain : 1 unit mobile Toyota Altis Silver No. Pol. B 2161 SBE, uang tunai 100 juta rupiah, 15 buah jam tangan berbagai merek, 3 buah kamera, beberapa sertifikat tanah, 6 buku tabungan beberapa bank, beberapa lembar cek, 7 unit HP, 4 buku BPKB, beebrapa perhiasan emas, 1 buah brankas, kini dijadikan barang bukti guna melengkapi Berita Acara Perkara (BAP) untuk di persidaangan nanti.

Motif pembunuhan bernecana oleh ketiga TSK, ZUL, EK, dan ST tidak lain adalah SAKIT HATI lantaran diberhentikan dari pekerjaan tanpa diberikan pesangon jelang hari raya idul fitri  yang lalu, sehingga ketiga TSK mengancam akan menguras harta korban, jika perlu akan dibunuh meskipun pengakuan tersangka tadinya sekedar menakut-nakuti, namun akhirnya berujung pada kematian pasangan sutri dibunuh secara sadis, begitu keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya  Kombeas Pol. Argo Yuwono. [untung s]

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY