by

Temukan 3 Motor Bodong Milik Keluarga Kaya, Kapolres Ingatkan Jangan Tergiur Harga Murah

JOURNALREPORTASE- LUMAJANG.-Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban kaget mendapati satu keluarga yang bermukim di rumah mewah memiliki kendaraan roda dua semuanya bodong.

Dari operasi motor bodong door to door di Desa Sumberwringin dengan sasaran langsung ke rumah-rumah warga, mendapatkan cerita yang unik, di mana sebuah rumah yang terbilang mewah, dengan bangunan permanen dan halaman luas tapi satu keluarga menggunakan motor bodong, sebut saja Kakak, adik dan bibinya masing-masing memiliki 1 motor bodong.

Dalam operasi yang dilangsungkan selama 1 jam ini, Kapolres Lumajang berhasil menemukan motor bodong di salah satu rumah warga. Tak tanggung tanggung, ada 3 motor yang berada di rumah tersebut dan semuanya ternyata motor bodong. Selain tak bisa menunjukan STNK dan BPKB, nomor rangka dan nomor mesin dari motor tersebut telah dirusak. Ketiga motor tersebut adalah Honda Beat Putih, Yamaha Vega yang telah dirubah menjadi trail, serta Yamaha Vega R warna hitam-biru.

Saat ditanya Kapolres, pemiliknya sempat berkelit bahwa motor tersebut adalah milik kakaknya yang sedang bepergian. Namun setelah didesak, iapun mengakui bahwa motor tersebut adalah miliknya.

Kecurigaan Kapolres bermula saat melihat kunci kontak motor tersebut yang ternyata telah rusak. Petugas yang berusaha mengecek nomor rangka dan nomor mesin pun, dibuat kaget setelah melihat ternyata sudah digosok oleh sang pemilik. Tak sampai disitu, saat plat nomor kendaraan tersebut ditelusuri, ternyata plat nomor kendaraan yang dipakai merupakan identitas kendaraan dari wilayah Pasuruan.

Arsal Sahban, mengingatkan agar tak tergiur dengan harga murah motor bodong “Jangan sampai tergiur dengan harga murah motor bodong, karena dibalik motor bodong ada pemiliknya yang sah.

Arsal mengatakan, proses mendapatkan motor tersebut sebelum sampai ke tangan kalian, mungkin dari hasil Begal. Dalam prosesnya mungkin ada yang terluka, ada yang trauma atau bahkan ada yang meninggal dunia karena di Begal.

“Jadi kita harus memikirkan nasib mereka juga. Saya sangat kaget mendapati dalam satu keluarga, semuanya menggunakan motor bodong. Ada 3 motor bodong yang saya dapati dalam satu rumah, padahal rumahnya tergolong mewah. kakak, adik, bibi semuanya pake motor bodong,”katanya.

Dengan kasus yang dibongkar ini, Arsal menegaskan, akan terus melakukan operasi motor bodong door to door.”Saya akan saya lanjutkan terus, salah satu upaya memutus mata rantai begal dan curanmor. Secara ekonomi, semakin tinggi permintaan maka suplainya akan meningkat,”ungkapnya.

Jadi, katanya, jika permintaan motor bodong tinggi, maka suplai motor bodong juga meningkat. Masalahnya, suplai motor bodong bisa jadi berasal dari proses kejahatan. “Kalau tidak ada peminat, dengan sendirinya Begal maupun curanmor akan hilang,” ungkap Arsal.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed