SHARE

JournalReportase.com, Ratusan pengunjung dari berbagai negara sahabat menjadi saksi, saat sejumlah penggiat seni wayang yang tergabung di Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI), menunjukkan kebolehannya pada perhelatan sidang 7th General Assembly yang berlangsung di Markas UNESCO, Paris, Rabu (6/6). Perhelatan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali, dihadiri tidak kurang dari 500 orang delegasi dari 175 negara.

Atraksi seni wayang yang ditampilkan mendapat apresiasi penonton, sekaligus menunjukkan pada dunia, bahwa Indonesia adalah rumah bagi wayang.

“Tentu kita bangga dapat memperlihatkan hal ini kepada masyarakat dari mancanegara,” ucap dalang, Gaura Mancacaritadipura, salah satu delegasi yang diutus Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI).

Selain mengikuti sidang 7th General Assembly, delegasi Indonesia mendapat kesempatan tampil mengisi pertunjukan, menampilkan Wayang Orang dan Wayang Kulit bertajuk Kresna Duta dalam durasi pendek.

“Hal ini bisa dikatakan suatu inovasi, ada dua sisi kelir (layar) dengan dua dalang tampak depan belakang. Kemudian permainan ini dikolaborasikan dengan Wayang Orang. Ini cukup menarik. Saya banyak mendengar beberapa delegasi dari Negara lain, setelah menyaksikan mereka mengacungi jempol,” kata dalang berkebangsaan Australia, yang kini menjadi Warga Negara Indonesia ini.

Pergelaran Wayang Kresna Duta menampilkan dua dalang muda profesional, Bagus Baghaskoro Wisnu Murti, S.Sn dari Jawa Timur), serta Muhammad Irawan, SE dari Jakarta. Keduanya mengakselerasikan elemen instrumental (musik), solah (tempo permainan), dan cepengan (memegang/menggerakkan wayang) secara mengesankan. Daya imajinasi kedua dalang mampu mengeksplorasi lakon yang ditangkap penonton secara multi interpretatif. Keunggulan estetik ini kemudian semakin diperkuat dengan penampilan para aktor dan aktris handal dari dunia Pewayangan Indonesia. Mereka adalah Agus Prasetyo S.Sn (WO Sriwedari), Matheus Wasi Bantolo, S.Sn., M.Sn (ISI Surakarta), serta Dra. Eny Sulistyowati (Seniman Tari Jakarta).

“Ini kolaborasi yang solid. Diplomasi Indonesia mempromosikan Wayang secara mandiri. Multi track diplomacy. Tidak dilakukan Negara (Pemerintah), tapi dari para penggiat wayang, mengantar kebudayaan Indonesia semakin mendunia,” ujar Jeff Cottaz, pengamat budaya Indonesia, berkebangsaan Perancis.

Dibagian lain, Jeff Cottaz, menyampaikan tentang pentingnya acara ini. Melalui forum ini setidaknya, wayang dapat dijadikan sebagai media ekspresi yang memperlihatkan karakter sebuah bangsa.

Pengamat budaya yang pernah tinggal di Indonesia ini menyayangkan, wayang justru terlantar dan terpinggirkan di negerinya sendiri.

“Kami di sini, di UNESCO mengenal wayang sebagai budaya dunia. Tapi ingin saya katakan, sebelum mendunia wayang harusnya me-Nusantara. Saya pernah tinggal di Indonesia, banyak sekali daerah yang tidak mengerti sama sekali wayang,” ujarnya.

Oleh karenanya Jeff Cottaz mendorong SENAWANGI agar terus berupaya mengenalkan wayang yang berkelanjutan terutama pada generasi muda. Maksudnya, supaya wayang itu menjadi buah pikiran.

Sementara itu menurut Dra. Eny Sulistyowati S.Pd, MM selaku Ketua Delegasi, Indonesia menargetkan, antara lain memelihara kepercayaan dunia melalui badan dunia UNESCO, bahwa Wayang Indonesia tetap lestari, dijaga dan dikembangkan.

Apalagi SENAWANGI sebagai lembaga yang sudah terakreditasi di UNESCO punya kewajiban untuk mengikuti sidang ini. General Assembly secara khusus dimaksudkan untuk meninjau keadaan kerjasama dengan UNESCO.

“Jika kita tidak pernah hadir mengikuti sidang, dan tidak pernah memberi laporan, maka akreditasi kita dicabut,” papar Eny Sulistyowati.

Seperti diketahui, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mengakui wayang sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Pengakuan ini sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Sebab terbukti wayang berhasil mengangkat citra bangsa, mengangkat nama bangsa, harkat dan martabat bangsa di forum dunia.
Ikut serta para penggiat seni dan budaya lainnya, antara lain; Sekretaris Umum SENAWANGI, Sumari, S.Sn., Eddie Karsito, Wahyu Wulandari, dan Ina Sofiyanti, selaku tim pendukung event menyeluruh pada sidang-sidang 7th General Assembly di Paris.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY