by

Satu Tahun MSI Record, Diantara Nazar dan Badai Covid 19

journalreportase.com, Janji H Muhammad Daud atau yang biasa disapa H Daud selaku pemilik dari MSI Record untuk mengangkat derajat seniman (penyanyi/grupband) sepertinya tak perlu diragukan lagi komitmennya.

Keseriusannya tersebut dibuktikannya lewat fasilitas studio yang sudah dibangunnya lewat bangunan empat lantai dan peralatan recording yang berstandar international nantinya siap digunakan oleh MSI Record untuk para artis yang bernaung dibawahnya.

Daud sendiri tak memungkiri kalau investasi yang digelontorkannya untuk membangun kerajaan MSI Record tak kecil. Dirinya juga menyadari di situasi badai Covid 19 seperti sekarang ini yang belum pasti kapan berakhirnya jelas sangat berdampak dari segala aspek bisnis. Itu sebabnya dia juga tak banyak berharap mendapat keuntungan dari bisnis industri rekaman yang sedang dijalaninya. Hal tersebut dia sampaikan disela hari perayaan bertajuk Gebyar 1st Anniversary MSI Record.

“Ini Nazar saya waktu jaman saya susah sering melihat pengamen dijalanan yang suaranya bagus ada potensi untuk jadi besar, tapi status kehidupannya tak berubah karena nggak ada yang mau bantu. Makanya ketika saya sudah berada di posisi seperti sekarang ini, saya ingat dan akan penuhi nazar saya itu untuk mengangkat seniman, penyanyi atau grup band yang bukan siapa-siapa untuk bisa menjadi ‘besar’,” kisah Daud saat ditemui di MSI Record, Tapos, Depok, Kamis (2/7/2020) malam.

Di tengah wabah pandemi virus covid 19 yang belum tau kapan berakhirnya, Daud mengajak semua artis dibawah asuhannya untuk tidak larut dalam suasana yang memang sedang sulit seperti sekarang ini, karena jika ikut larut dalam suasana sulit hal itu hanya akan mematahkan semangat. Semangat harus tetap terjaga untuk tetap produktif.

“Banyak cara untuk bisa kreatif, misalnya artis dan musisi kita untuk banyak melakukan live streaming, online dan sebagainya. Jadi nggak ada alasan untuk tidak membuat karya yang baik. Percaya aja, istiqomah aja, kondisi berat ini akan segera berlalu,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Daud juga kembali mengisahkan kehidupannya demi memberi motivasi kepada semua orang termasuk ‘menyuntik’ semangat semua artis dan kayawan dibawah payung MSI.

“Percaya aja, sukses itu pasti ada, kalau kita benar-benar sungguh serius. Lihat aja saya dari keluarga yang enggak mampu, dan tidak berpendidikan bisa sukses, apalagi teman-teman yang ada disini,” sebutnya bersemangat.

Diusia satu tahun, MSI Record, Daud menunjukkan keseriusannya terjun ke industri musik. Tak tanggung-tanggung dalam waktu dekat ini, MSI kabarnya sudah memiliki studio empat lantai dengan kualitas standar internasional, yang sudah menghabiskan dana sekitar Rp 2 miliar untuk alat-alatnya saja.

“Meski MSI Record label baru, tapi kita akan terus berusaha menjadi yang terbaik. Karena itu alat-alat untuk studionya saja hampir mencapai Rp2 M. Sepuluh hari lagi kita akan punya studio musik dengan gedung 4 lantai berstandar internasional. Mulai dari mic, soundsystem, mixing, mastering semua berstandar internasional. Semua kita beli alatnya import. Ini saya lakukan karena saya bercita-cita agar musik Indonesia bisa bersaing dan go internasional,” jelas Daud.

“Musik itukan hobi saya, jadi saya ingin berbuat maksimal untuk kemajuan musik di tanah air. Financial bukan yang utama buat saya, meski saya akui itu juga penting. Tapi disini bisnis musik untuk penyaluran hobi, bisnis utama saya sudah ada yang lebih menjanjikan dari segi finansial seperti properti, ada pabrik kosmetik, travel, transportasi dan logistik dan lain-lain,” lanjutnya.

Dengan fasilitas yang terbaik yang dibangunnya, Daud berharap para penyanyi dan musisi dibawah payung MSI Record bisa maksimal dalam berkarya.

“Saya ingin memberikan fasilitas terbaik agar mereka bisa maksimal dan lebih produktif,” tutur produser yang mengawali bisnisnya dari pedagang siomay ini.
Sementara itu musisi yang sudah lebih dahulu tergabung dalam MSI Records, Charly Van Houten mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi artis dan musisi yang tergabung dalam MSI Record untuk lebih produktif dan berusaha keras memberikan yang terbaik untuk MSI Record.

“Untuk ukuran musisi Indonesia fasilitas yang diberikan MSI Record sudah luar biasa. Kalau melihat alat-alat studionya, itu sudah luar biasa sekali. Menurut saya ini yang tercanggih dan impian banyak musisi untuk punya studio seperti studio MSI. Bang Haji Daud memang luar biasa,” sebut Charly.

Menurut Charly, MSI Record sebagai wadah bagi artis dan musisi sudah memberikan fasilitas maksimal maka mereka pun harus berusaha maksimal dalam berkarya dan lebih produktif dalam bermusik. Di mata Charly, MSI Records sudah memanjakan artisnya dengan fasilitas mumpuni.

“Saya rasa dengan berbagai fasilitas yang diberikan bang Daud, kita sebagai artis dituntut lebih kreatif lagi,” ujar Charly.

Dikatakan Charly, dirinya sebagai saksi betapa niatan baik Daud, dengan kegigihan dan semangatnya meyakini bisa sukses. Charly juga sudah memberikan pengertian kepada Daud, secara bisnis mengingat kondisi seperti sekarang dimana industri musiknya sendiri sedang lesu, jadi tak bisa diharapkan keuntungan yang signifikan.

“Kebetulan saya tahu perjalanan bang Daud, kegigihannya dan semua yang dilakukan bang Daud buat artisnya itu menunjukan keseriusan beliau. Saya juga sudah kasih pengertian dari hitung-hitungan bisnis tidak bisa berharap terlalu banyak mendapatkan untung. Apalagi mengingat kondisi sekarang dimana indsutri rekamannya juga sedang lesu. Untungnya bos Daud bisa mengerti dan merima masukan saya,” kata Charly.

src="https://journalreportase.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-21-at-11.15.36.jpeg">

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed