SHARE

Jakarta-Journal Reportase,-   Serangan bom  bunuh diri   yang berlangsung Minggu dan Senen kemarin, di Surabaya  dan Sidoarjo membuat elemen Bangsa angkat bicara, termasuk Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) meminta pembahasan revisi undang-undang Antiterorisme segera diampungkan. UU ini diyakini bisa jadi solusi efektif mencegah tindak pidana terorisme.

“Sebagai induk organisasi advokat penegak hukum, kami memohon Undang-Undang Antiterorisme dapat segera direvisi,” ujar Ketua Umum Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan melalui pesan tertulis Senin (14/5/2018).  Fauzi menyatakan, bila revisi UU Antiterorisme sulit dilaksanakan dalam waktu dekat, Peradimendukung Presiden Jokowi secepatnya menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Antiterorisme agar kejahatan terorisme di Indonesia dapat segera terkendali.

Serangan Keji PERADI Ikut Berduka

Dalam kesempatan itu juga,  Pernyataan duka datang Peradi atas terjadinya peristiwa kerusuhan di Mako brimob pada 8 Mei 2018 dan  merembet  hingga  adanya pengeboman oleh teroris di Surabaya dan Sidoarjo yang menimbulkan korban jiwa hingga korban luka-luka. Akibat serangkaian serangan keji ini, banyak keluarga yang berduka karena kehilangan kerabat serta kerusakan yang parah yang berakibat kerugian baik moril maupun materil.

 

Dalam siaran persnya, Ketua Umum DPN Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan menilai, peristiwa-peristiwa tersebut merupakan kejahatan luar biasa yang tidak berperikemanusiaan dan tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun. Perbuatan keji ini merupakan tindak pidana yang serius.

 

Peradi mendukung dan mendorong upaya aparat pemerintahan, Kepolisian dan TNI untuk segera membasmi terorisme di bumi Indonesia. Ia berharap agar aparat dapat segera tangkap para pelaku kriminal tersebut, membongkar jaringan terorisme hingga ke akar-akarnya, serta bersiaga meningkatkan keamanan dan perlindungan untuk mencegah terjadi lagi peristiwa yang sangat keji ini.

“Kami menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para pimpinan umat beragama seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh ujaran kebencian yang diedarkan baik secara lisan maupun media sosial yang telah memprovokasi SARA mengaitkan dengan kestabilan keamanan dan ketentraman bangsa kita tercinta Indonesia yang saat ini sedang bergderak maju menuju Negara berdaulat dan perkasa,”ungkap Fauzie dalam rilisnya itu.

 

Ia berharap masyarakat Indonesia dapat menyikapi serangkain peristiwa keji ini dengan berkepala dingin menjaga persaudaraan, mempererat persatuan dan merapatkan barisan menolak anarkisme dan terorisme serta provokasi kebencian yang memecah belah bangsa Indonesia. [red]

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY