SHARE

Batam-Journal Reportase,-  Terpidana Rudi Lu dan Suwandi melalui Pengacaranya DR Djonggi M Simorangkir SH MH dan DR Ida Rumindang Radjagukguk SH MH mengaku akan menghadirkan belasan bukti baru (novum) di depan persidangan.

Demikian disampaikan oleh Djonggi M Simorangkir , kepada wartawan di Pengadilan Negeri  Batam  , Selasa (10/04) terkait alasan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) terhadap kliennya, “Yang pasti ada bukti baru, bahkan ada belasan yang akan kami hadirkan, kami juga akan meluruskan apa yang menjadi kesilapan hakim di pengadilan tingkat pertama,” menjawab pertanyaan awak media usai penundaan sidang dengan agenda pembacaan memori PK, karena terpidana terlambat hadir di ruang sidang dengan alasan administrasi.

Sebagaimana diketahui bersama, Rudi Lu dan Suwandi divonis 1 tahun penjara atas tuduhan perusakan lahan pondasi beton di Perumahan Taman Indah Harapan, Kecamatan Bengkong, pada 2016 lalu.  Dijelaskan kembali, bahwa belasan bukti tersebut akan diuraikan di persidangan pada sidang selanjutnya, Kamis (12/4) dengan agenda pembacaan memory PK, dan juga pada sidang lanjutan dengan agenda pembuktian.

Selain menghadirkan belasan bukti baru, pihaknya juga meminta majelis hakim untuk bisa menggelar persidangan PK tersebut secara cepat. Sebab menurutnya kliennya mengajukan PK karena tidak ingin kliennya berlama-lama menjadi pesakitan di dalam sel tahanan Rutan Batam. “Kami juga menolak kalau penundaan sidang hingga dua pekan kedepan, karena tujuan PK kami ini agar klien kami segera menghirup udara bebas,” ungkapnya.

Selain alasan itu, pihaknya juga ingin segera membebaskan kliennya dari embel-embel sebagai penjahat. “Kita ingin prosesnya cepat, semakin lambat maka ini pertanda buruk bagi klien kami,” tegasnya.  Sebelumnya, Rudi Lu dan Swandi alias Aheng, terdakwa perusakan beton pondasi lahan milik korban Ruki Lim divonis 1 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa, 22 November 2016 lalu.

Hukuman yang dijatuhi Majelis Hakim terhadap kedua terdakwa lebih ringan 1 tahun 4 bulan dari tuntutan jaksa. Padahal, penuntut umum meyakini unsur pasal 406 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang didakwakan terhadap keduanya telah terpenuhi.

 

 

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY