Jakarta-Journal Reportase,- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ahmad Nawawi mengatakan, bersama Gubernur/wakil Gubernur dan dinas terkait akan fokus mengawasi secara terus menerus pada sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama pada bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) seperti pendidikan, kesehatan, kepemudaan, olah raga, seni dan budaya.
Ia mengungkapkan, nantinya akan ada Perda yang mengatur sistem pendidikan yang komperhenship, dan berkualitas itu seperti yang termasuk dalam kurikulum serta fasilitas sekolah maupun rehabilitasi gedung sekolahan , baik itu swasta maupun negeri. Artinya dia akan berupaya jenjang pendidikan yang dikelola oleh pihak negeri dan swasta harus sama dan tidak ada perbedaan.” SPP dan dal lainnya gratis diatur didalam Perda , ”kata Legeslator Demokrat DKI, Ahmad Nawawi, disambut riuh antusias warga RW.019 .
Meskipun, dia tidak lagi berada di Komisi E, namun Nawawi tetap akan mengawal Perda yang terganjal selama 6 tahun.” Drafnya sudah selesai, tinggal ketok palu. Mudah-mudahan dalam minggu depan sudah diketok disahkan,”ungkapnya.
Untuk itu, dia berharap Gubernur /Wagub bisa diajak kerjasama , duduk bersama-sama dewan, membahas persoalan yang terkait kebutuhan masyarakat. Pendidikan wajib bagi masyarakat karena pendidikan kata Nawawi, diatur didalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1 sampai 5 yang menyebutkan setiap warga negara mendapatkan pendidikan yang layak, dan wajib mengikuti pendidikan dasar pemerintah wajib membiayainya serta mengusahakan, dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
” Jadi sangat jelas tidak ada pilih kasih atau tebang pilih antara sekolah negeri dengan swasta semua masyarakat Jakarta harus menikmati angaran yang digelontorkan Pemprop DKI Jakarta. Pak Gubernur pasti memberikan harapan besar bagi pendidikan di DKI, apalagi Gubernur kita Anies Bawesdan merupakan tokoh pendidikan yang mumpuni, dan mantan Menteri Pendidikan Nasional\. Insyallah beliau lebih perhatian dan gampang di ajak rembukan, ” terang Nawawi.
Dalam kerangka pendidikan Pemprop DKI akan akan memiliki sekolah pintar khusus anak-anak kurang mampu. Sekolah pintar ini terang Ahmad Nawawi diprioritas untuk anak-anak pintar dan tidak mampu secara ekonomi.”Yang gak mampu bayar SPP khususnya yang bersekolah di swasta, kita berikan kesempatan untuk melanjutkan ke sekolah dengan SPP grtais seperti negeri,” katanya, ditambahkan, lahan untuk sekolah ini sudah disiapkan tinggal dibangun, termasuk sarana dan prasrana kegiatan seperti ada kolam renang, lapangan olah raga atletik, sepak bola dan lainnya.
Jakarta-Journal Reportase,- Pemerintah Propinsi DKI Jakarta Pemprov DKI akan menyelenggarakan pendidikan non formal bagi pemuda – pemudi putus sekolah. Pendidikan non formal ibuka ruang untuk menambah pengetahuan praktek bidang kerja, misalnya diklat masalah pengelasan yang ada di Condet Jakarta Timur hingga benar-benar mahir. “Silahkan kalau ada yang mau , bisa mendaftarkan diri melalui pengurus RT/RW lalu serahkan ke saya, kita berikan rekomendasi untuk diklat pengelasan, dan tujuan supaya setelah lulus punya bekal ilmu pengelasan dan bisa buka usaha sendiri di rumah maupun di tempat lain yang disewa . Kalau memang ada modalnya, silahkan itu lebih baik, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang mandiri serta berkualitas,” terang Nawawi
Diklat ini salah satu solusi diambil Pemprop DKI untuk anak-anak Jakarta yang putus sekolah.” Bagi mereka yang hanya mengenyam pendidikan SMA silah kan mendaftar,” ujarnya. Diklat yang dibangun untuk menambah wawasan keahlian khusus. Tujuannya agar bisa berkarya menuju wirausaha yang handal dan mandiri.”Kita salurkan ke Balai Latihan Ketrampilan (BLK) yang ada di pasar Rebo Jakarta Timur, tapi harus serius dan sungguh-sungguh sampai 3 bulan pendidikan, dan selama diklat diberi makan tanpa dipungut biaya sepeserpun, hanya saja usianya dibatasi tidak boleh lebih dari 35 tahun serta boleh memilih jurusan atau bidang yang diinginkan lengkap disitu,”papar Nawawi.
Jurusan yang dimaksud adalah pengelasan, perakitan komputer, teknisi perbaikan mesin kendaraan bermotor mobil maupun motor (perbengkelan), pernyervisan mesin cuci, televisi, kipas angin, dan kompor gas.” Semua diajarkan di BLK, termasuk arsitektur membuat rangka atau merehabilitasi bangunan, jahit menjahit , dan multi media.”terangnya. [untung sigianto]
previous post
