SHARE

JournalReportase.com, Nina Kurniasih, jauh sebelum berprofesi sebagai Kepala Desa Parung Panjang, Kabupaten Bogor, dahulu orang mengenalnya sebagai penyanyi.

Kendati sudah menjabat sebagai seorang kepala desa, namun ia diketahui tetap produktif berkesenian. Kemampuannya bernyanyi tetap ditekuni meskipun hanya di kalangan terbatas saja.

“Iya benar sekali saya ini dulunya seorang penyanyi, sudah banyak daerah yang saya kunjungi terkait adanya tawaran job di sejumlah daerah di tanah air, tapi nasib berkata lain, dari seorang penyanyi kini saya menjadi kepala desa yang mempimpin ratusan kepala keluarga di Parung Panjang”, katanya.

Sebagai buktinya dia masih produktif, perempuan yang mempunyai nama panggung Nina Hasyim ini akan segera merilis sebuah album miliknya yang bergenre religi yang berisi 10 lagu, yang diberi judul Bulan Ramadhan, yang rencananya akan diluncurkan pada bulan puasa ini.

 “Saya berharap lagu religi yang akan saya rilis nanti, bisa mengena di hati masyarakat dan bisa memberi inspirasi bagi semua orang”, ujarnya.

Meskipun mempunyai jadwal kerja yang padat, di sela kesibukannya itu kerap ia gunakan untuk bernyanyi, “Saya senang sekali bisa mempunyai talenta ini, karena kemampuan saya itu justru menjadi media mempererat tali persaudaraan antara saya sebagai pimpinan dengan warga masyarakat yang saya temui di satu acara”, ungkapnya.

Wajar jika warga Parung Panjang yang telah mengetahui kepiawaiannya bernyanyi dangdut itu kerap meminta Nina untuk menyumbangkan suaranya di setiap pestabhajatan yang mereka gelar.

“Setelah mengetahui kalau saya ini penyanyi, makanya tak heran bila ada warga yang menggelar pesta hajatan baik perkawinan maupun sunatan, saya sering kali ditodong untuk menyumbangkan lagu, tapi tak mengapa, justru ini menjadi andalan saya untuk lebih merakyat dan dekat dengan masyarakat”, katanya.

 “Ini semua berkat rahmat Tuhan, saya diberi kelebihan bisa bernyanyi dan ternyata bisa bermanfaat selain buat saya juga buat orang lain, meskipun begitu, sayapun harus tetap  bekerja keras membangun dan mensejahterakan warga di kampung saya dengan memberikan pelayanan yang terbaik pada mereka”, lanjutnya.

Sebagai seorang perempuan, Nina Hasyim, mengatakan, seorang perempuan itu harus pintar dan tangguh, tidak cengeng dan hanya menyandarkan hidup pada orang lain atau pasangannya saja, tetapi harus mandiri untuk menyongsong masa depan yang lebih baik, karena wanita adalah pendidik utama dalam keluarga yang akan melahirkan generasi masa depan yang cemerlang.

“Sebagai seorang perempuan saya punya prinsip, mandiri, dan berpikiran maju, tapi meskipun begitu, jangan melupakan kodratnya sebgai ibu rumah tanga yang punya kewajiban mengurus anak dan suami di rumah, hargailah orang lain kalau diri kita ingin dihargai oleh orang lain”, terangnya.

Sebagai seorang Kades, Nina juga dikenal tegas dalam memimpin wilayahnya. Ia pernah tegas menyetop sejumlah truk tambang yang melintas di Jalan Raya Parungpanjang lantaran tetap lewat di jalan di luar waktu yang telah ditentukan.

“Saya tidak mau anak-anak sekolah jadi korban truk. Apalagi sampai terlindas gara-gara truk tambang yang tidak disiplin,” tegasnya.

Menurutnya, tidak boleh truk tambang lewat dari pukul 06:00-08:00 WIB. Tapi masih saja sopir-sopir truk itu bandel dan melanggar.

“Pada jam tersebut, volume lalulintas di jalan meningkat. Banyak anak ke sekolah, ibu ke pasar dan warga yang berangkat kerja. Bahaya kalau truk tambang lewat saat itu,” pungkasnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY