SHARE

Nilai luhur yang tertuang dalam Pancasila, tak melulu harus dalam buku teks pelajaran atau penyampaian secara lisan. Tetapi seiring berjalannya waktu dengan perkembangan industri film, kelima sila dalam Pancasila pun bisa diangkat ke layar lebar dengan judul Lima.

Film yang diproduksi oleh Lola Amaria Production ini mengisahkan cerita keluarga yang menjadikan Pancasila sebagai nilai yang mendasari sikap dan perilaku sehari-hari. Di mana, Prisia Nasution, Baskara Mahendra, Tri Yudiman, Yoga Pratama, dan Dewi Pakis didapuk sebagai bintang film ini.

Sementara itu, Tri Yudiman yang berperan sebagai Ibu Maryan sangat tertarik dengan kisah dalam skenario film yang tergolong jarang di industri perfilman Indonesia.

“Tertarik, karena rasanya belum ada yang mengangkat seperti film LIMA ini, di mana lima sutradara dan lima tokoh utama mengupas isi Pancasila itu sendiri,” kata Tri.

Film Lima sendiri digarap oleh lima sutradara kenamaan Tanah Air seperti Lola Amaria, Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanto Dewo. Masing-masing sutradara memegang ide cerita dari setiap sila.

“Shalahudiin memegang sila pertama. Tika sila kedua. Saya sendiri sila ketiga. Harvan sila keempat. Adriyanto sila kelima. Proses pembuatannya sendiri sudah dilakukan sejak Oktober 2017,” ungkap Lola, di Restaurant Le Seminyak, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (30/1) siang.

“Sangat tertarik, karena menggabungkan ada lima cerita film pendek, tetapi ada satu keluarga tentang ide dan punya anak yang berbeda agama dan menggunakan lima sila ini sebagai karakternya,” timpal Tika.

Terkait keinginan Lola mengajak keempat sutradara lainnya, Lola menyebutkan lantaran dirinya sudah mengenal lama dengan keempat sutradara lainnya.Lola juga menambahkan bahwa film Lima ini sesungguhnya jauh dari kesan kata komersial. Dalam hal ini komersial tersebut untuk sementara dikesampingkan.

“Karena, saya sudah sering bekerja sama dengan mereka, jadi tahu bagaimana meng-handle mereka, sehingga untuk memperkecil kesulitan dengan partner kita. Saya mencintai keberagaman, jadi saya memilih sila ketiga. Di film Lima ini ‘komersial’ itu dikesampingkan dulu untuk sementara,” lanjut  Lola.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY