SHARE

Jakarta-Journal Reportase,- Polres  Metro Jakarata  Selatan  memperketat dan meningkatkan  keamanan disemua rumah-rumah ibadah guna mengantisipasi serangan terorisme.  Bahkan secar khusus Polda Metro Jaya sebelumnya sudah menyatakan Siaga 1 sehubungan dengan teror bom di Surabaya. “Untuk pengamanan kita tingkatkan walaupun sudah tugas rutin,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Jakarta, Minggu (13/5).

Indra mengatakan petugas meningkatkan penjagaan pada setiap kegiatan gereja dan umat agama lainnya.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menginstruksikan seluruh anggota di wilayah hukum Polda Metro Jaya terkait ledakan bom pada tiga gereja di Surabaya Jawa Timur. “Keamanan status kesiapsiagaan seluruh jajaran Polda Metro Jaya dinyatakan dalam status siaga satu,” ungkap Kapolda.

Bukan hanya di Jakarta  yang mempertebal  keamanan, di daerah lain  melakukan hal yang sama, seperti  di Kota Tangerang  yang juga merupakan salah satu pintu masuk   anggota teroris masuk  ke Jakarta dan daerah lainnya.  Guna mengantisipasi  Polres Metro Tangerang Kota memperketat penjagaan di gereja-gereja guna mengantisipasi serangan terorisme. Polda Metro Jaya sebelumnya sudah menyatakan Siaga 1 sehubungan dengan teror bom di Surabaya.

Sedikitnya, terdapat 66 gereja yang mendapat pengamanan ektra ketat dari personel Polresto Tangerang Kota. Kabag Ops Polresta Tangerang Kompol Mirodin mengatakan, sedikitnya 132 personel Brimob diterjunkan untuk melakukan pengamanan di 66 gereja yang tersebar di wilayah Kota Tangerang
“Personel yang disiagakan, mengenakan pakaian dan senjata lengkap. Baik itu berseragam atau pakaian preman. Hal ini sesuai dengan instrukai Polri tentang peningkatan keamanan,” ujar Mirodin.

Adapun fokus pengamanan, kata dia, yakni gereja dengan jumlah jemaat ratusan, seperti yang berada di wilayah Panongan dan wilayah Pasar Kemis, Kota Tangerang”Peningkatkan kewaspadaan pengamanan ini mengingat wilayah kita memiliki banyak gereja, begitupun jemaatnya yang banyak. Penjagaan dimulai dari pintu masuk gereja, hingga bawaan jemaat,” katanya.

Perlengkapan metal detector juga sudah disiapkan di pintu masuk gereja, untuk menghindari hal-hal yang dapat membuat gangguan keamanan dan ketertiban, saat pelaksanaan ibadah sedang berlangsung.
“Saya mengimbau kepada petugas agar tetap waspada, begitupun dengan masyarakat. Namun, kepada masyarakat atau jemaat diharapkan jangan panik. Terutama pada isu hoax,” pungkasnya. [red]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY