by

Ini Alasan H Daud Mau Memproduseri Paris Lewat Single “Selamanya Untukmu”

JournalReportase.com, Mohammad Faris Papeo atau yang kerap disapa Paris, kesehariannya membuka usaha kuliner ikan bakar Dabu Dabu Rica Rica, Sulawesi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Namun siapa menyangka dibalik kesibukannya berdagang Paris dianugerahi talenta bermusik seperti bernyanyi, menulis lagu hinga memproduksi musik semua bisa dikerjakannya sendiri.

Hal ini dibuktikannya lewat debut singlenya berjudul “Selamanya Untukmu” dibawah payung MSI Recod, Paris merilis debut singlenya itu. Lagu “Selamanya Untukmu” ditulis, diaransemen dan diproduksi oleh Paris sambil dibantu oleh gitaris band Ungu, Oncy. Dalam produksinya, lagu bernuansa pop tersebut kental dengan unsur akustik.

Bicara soal pengalaman bermusik paris sesungguhnya bukanlah ‘orang baru’ di panggung industri musik, karena ia memulainya dengan menjadi personel band dimana band nya itu menjadi bagian dari festival musik bergengsi A Mild Live Wanted yang sempat membawanya menggelar beberapa showcase bersama grup band lainnya yang lolos seleksi hingga ke beberapa kota. Perjalanan bermusik Paris sendiri telah berjalan sejak 15 tahun lalu dimana dirinya telah merasakan asam garam industri musik tanah air. Paris juga diketahui sempat bergabung dengan Emotion Entertainment dan merilis single berjudul “Pujaanku” dan juga pernah membentuk band bernama Rindu yang diproduseri Enda ‘Ungu’.

Pada kesempatan tersebut, Paris juga mengungkapkan tentang proses rekaman single “Selamanya Untukmu”, “Cuman sebulan doang terus yang bantu Oncy untuk aransemen, saya kan produser sendiri, pencipta saya juga, pas sudah selesai saya kasih dengar kakak-kakak Ungu tuh, dan Alhamdulillah mereka support sampai sekarang ini. Lagu ini saya bikin buat jaman ‘now’. Lebih banyak di akustik di ‘easy listening’, enak di kuping.” tutur Paris saat ditemui usai perilisan singlenya di Tapos, Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

“Bahagia banget ya, karena Bang Daud ini adalah produser yang bagus kemaren sempat ada juga beberapa produser dari label yang mau narik saya tapi enggak ‘sreg’, tapi sama Bang Daud saya bilang ‘kontrak seumur hidup saja’ kalau bisa karena Bang Daud baik banget. Artisnya diperhatiin terus promonya juga bagus. Saya juga berterimakasih sama band ‘Ungu’ yang selama ini telah mensupport saya dalam karir bermusik” lanjut Paris.

Kedermawanan Daud sendiri diakui Paris yang saat menggarap single, video klip dan promosinya tidak hitung-hitungan. Paris berharap singlenya bisa sukses dan mampu mewarnai belantika musik di Tanah Air. “Saya ketemu langsung klop. Mungkin karena kita sama-sama berjuangnya dari bawah,” kata Paris.

Sementara Daud selaku pemilik dari MSI Record menyebutkan alasannya kenapa akhirnya Paris direkrut menjadi salah satu artisnya, “Saya jujur bukan mengutamakan artis yang sudah sudah jadi ya. Saya niat buka label bener-bener yang dari yang nol banget, saya cetak biar bisa jadi sukses. Suatu kebanggaan buat saya kalau orang bener-bener dari nol kemudian bisa sukses.  Jadi kalau ada yang punya talent bisa kirim ke saya demo musiknya,” sebut Daud.

Daudpun juga menjelaskan alasannya mendirikan MSI Record.

“Saya buat label MSI Record ini, gunanya bukan mencari uang semata. Banyak sekali kita mendengar musisi-musisi yang di bawah. Kalau kita sering mendengar pengamen jalanan, itu suaranya bagus, bahkan bisa mengalahkan suara artis yang ada. Tapi mereka untuk menyalurkan bakatnya enggak bisa karena status ekonomi. Jadi saya buat label ini untuk mencari bibit-bibit yang benar-benar berbakat dari kelas bawah saya angkat melalui MSI Record supaya bisa menjadi sukses,” sambungnya.

Produser yang juga menagani Charlie ‘Setia band’ itu mengatakan apa yang dilakukannya ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan karena ia merasakan pahit getirnya kehidupan dari bawah.

Paris bersama Produser MSI Record, H Daud

“Karena itu saya ingin bantu mereka yang memang benar-benar berjuang dari bawah. Bukannya kami tak ada uang buat bayar musisi atau penyanyi yang sudah top. Tapi memang ini misinya untuk membantu mereka yang memang berusaha berjuang dari bawah, seperti saya. Paris ini sama dengan saya, orangnya pekerja keras dan gigih. Meniti karirnya juga dari bawah, dan sama-sama perantau. Dan dia memiliki suara yang saya yakin ga kalah dengan Judika, Armada, charlie. Punya karakter yang kuat dan multi talenta ” ujar pria yang sebelumnya sempat malang melintang di Ibukota sebagai kuli panggul, tukang siomai, penjual koran dan pekerja kasar lainnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed