SHARE

JournalReportase.com, Setiap perempuan manapun di muka bumi ini pasti menginginkan fisik yang sempurna, demikian juga hal yang sama dirasakan oleh perempuan yang bergelar dokter dibidang dermatologi, estetika dan anti aging ini. Dia adalah Dr Ayu Widyaningrum, MM., Master of AAAM., and Master of IBAMS.
Secara fisik Widya demikian dirinya kerap disapa memang nyaris terlihat sempurna, kulitnya putih bersih, wajahnya tirus, hidung mancung, rambut hitam panjang, dan ukuran badan yang proporsional. jika sudah seperti ini lelaki manapula yang tak ingin memiliki perempuan seperti Widya.

Tetapi menurutnya kesempurnaan fisik yang dia miliki takkan pernah bisa terlihat demikian jika tak didukung dengan motivasi diri sendiri yang terus menerus dilibatkan dalam segala aktifitasnya.

“buat saya kecantikan diri itu akan sempurna jika perawatan yang dilakukan didukung dengan motivasi dalam diri sendiri yang terus dilibatkan dalam segala hal. jadi diri ini, hati dan pikiran ini akan selalu memancarkan energi yang positif. percuma saja kalau kita sebagai perempuan rajin melakukan perawatan untuk mempercantik diri tetapi hati dan pikiran kita penuh dengan kegelisahan dan stress, alhasil semuanya itu akan menjadi sia-sia saja,” papar dokter asal Banjarmasin ini disela sesi pemotretan di Salon Jecky Timortius di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).

Demikian juga hal yang sama kerap ia bagikan ke semua pasiennya. Sebab baginya, tanpa adanya motivasi, maka berapapun biaya akan habis begitu saja tanpa ada hasil yang maksimal. Motivasi merupakan saran utama yang dia berikan bagi pasiennya yang ingin mempercantik diri.

“Saya selalu sarankan, kalau ingin mengikuti program kecantikan apapun itu harus dibarengi sama motivasi. Tanpa motivasi, saya nggak mau pasien datang hanya buang duit untuk saya,” kata perempuan yang hobi modeling dan membaca ini.

Widya menyontohkan pada dirinya sendiri, suami memang tidak akan pernah mengeluh, jika melihat istrinya gemuk. Oleh sebab itu, istrilah yang harus sadar diri, buat supaya suami bangga saat menggandeng istrinya. Kalau wanita lain bisa langsing, kenapa dirinya tidak bisa?

“saya selalu memotivasi diri saya supaya terlihat cantik luar dan dalam. saya mau buat supaya suami saya bangga punya istri seperti saya, caranya yaitu tadi dengan terus mempercantik diri. biasanya melalui saran yang demikian, pasien saya jadi ikut termotivasi. alhasil mereka juga berhasil mengurangi berat badan secara bertahap, sejak mengikuti program slimming sambil didukung motivasi diri,” papar Widya.

Usaha, Kerja keras dan Berdoa

Widya mengaku sedari kecil sudah terbiasa untuk memotivasi diri sendiri tanpa mengasihani diri. kenapa? jika merunut berdasarkan kisahnya pengalaman ini jelas ada korelasinya dengan cita-cita awalnya sejak kecil yang ingin menjadi seorang bidan. Meski tidak terwujud nyatanya tak mematahkan semangat dokter cantik kelahiran Kotabaru ini. Akibat kerap memotivasi diri sendiri justru sebaliknya kegagalan itu malah membuahkan hasil yang luar biasa.
Di usianya yang masih 27 tahun, dia sudah berhasil membangun klinik kecantikan mewah dan besar dibawah bendera Widya Aesthetic Clinic, di Jalan Ahmad Yani, Kota Banjarmasin.

Widya mengaku bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan, banyak lika liku kehiupan yang sudah dilaluinya. ada ‘harga’ yang harus dibayar. Butuh usaha, dukungan, kerja keras dan doa.

“Semua ini datang dan bisa saya nikmati sekarang ini tidak kebetulan ‘jatuh dari langit’ saya harus kerja keras sendiri dari nol. ada ‘harga’ yang saya harus bayar untuk mencapai semua ini,” kata ibu tiga anak ini.

Apalagi Widya mengaku lahir dari keluarga yang biasa saja. Tidak ingin mengalami seperti orangtuanya maka Widyapun tekun belajar. Tak heran jika juara kelas selalu diraihnya saat sekolah di kampung halamannya Kotabaru. Usahanya membuahkan hasil yang akhirnya membawa Widya masuk SMAN 1 Banjarmasin kelas akselarasi.

Hanya dua tahun belajar di sekolah favorit, Widya diterima kuliah Fakultas kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin. Ternyata jalan takdirnya berkata lain, cita-citanya mendadak berubah ketika Widya hendak merampungkankan studi akhirnya.

“semula cita-cita saya itu mau jadi bidan lalu ketika berada di penghujung masa kuliah berubah haluan mau menjadi dokter estetika. saya pikir kalau jadi dokter spesialis kan kerjanya harus sampai malam jaga di rumah sakit. sedangkan saya sudah berkeluarga dan punya anak. Lalu saya pikirkan jadi dokter estetika saja, kerjanya bisa pagi sampai sore saja di klinik. jadi tetap bisa bekerja tanpa mengesampingkan keluarga,” kisahnya.

Lulus menjadi dokter muda pada 2013 silam, Widya memilih melanjutkan studi dokter kecantikannya di Perancis. Kini dengan keahliannya sebagai dokter estitika, Widya bisa mengubah wajah yang bermasalah lewat sentuhannya menjadi lebih cantik.

Widya mengaku dirinya adalah tipe wanita yang tergolong peduli. Bisa membantu orang yang membutuhkan adalah kepuasan tersendiri baginya.

“Makanya saya buka klinik tidak semata-mata mencari keuntungan tapi juga membantu pasien yang berpenghasilan pas-pasan yang ingin cantik saya bantu dengan harga yang tidak pernah mencekik mereka,” tegasnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY