Journal Reportase
Polri

Digitalisasi Sistim Antrian Berbasis Teknologi Satpas SIM Subang Mudahkan Pelayanan, Masyarakat Pemohon Merasa Nyaman

SUBANG- JOURNALREPORTASE- Optimalkan pelayanan prima kepada masyarakat, satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Subang terus berbenah salah satunya melakukan inovasi baru seperti Pelayanan digitalisasi sistem antrian berbasis teknologi, sehingga, masyarakat pemohon SIM baru maupun untuk perpanjangan merasa nyaman.

Pemohon SIM baru mengaku prosedur yang dia jalani, dipermudah untuk bisa mendapatkan SIM C. Kemudahan itu didapat dari edukasi yang diberikan petugas Satpas sebelum melakoni uji praktik. Selain itu, desain interior ruang Satpas beserta semua fasilitasnya juga membuat dirinya nyaman selama menjalani proses.

“Saya sangat terpesona dengan Gedung pelayanan Satpas Subang, penataan ruangannya termasuk yang rapi saya perhatikan. Aksesibilitasnya juga lengkap, termasuk pojok permainan anak serta fasilitas khusus buat penyandang disabilitas,”tuturnya.

Dia juga mengomentari fasilitas pendukung lainnya semisal alat cetak penerbitan SIM yang modern. Begitu juga dengan komputer ujian teori, menggunakan komputer terkini, tidak ada yang ngadat ataupun error semua berjalan lancar dan puas.

Meski demikian, Aiptu Zaenudin Baur Satpas SIM Subang tidak lantas jumawa dan berpuas diri. Dia mengatakan, pihaknya terus mengevaluasi apabila ada sisi kelemahan pelayanan yang dikeluhkan masyarakat. “Kami berupaya mengevaluasi apabila ada terdengar masyatakat yang melontarkan keluhan,”ungkapnya.

Zaenuddin menambahkan, pihaknya senantiasa berupaya agar pelayanan kepada pemohon SIM berorientasi pada kepuasan masyarakat. Karena itu, sebagai Satpas prototype, semua hal yang dibutuhkan pemohon SIM, telah disediakan petugas. “Termasuk aksesibilitas buat penyandang disabilitas,” katanya.

Dijelaskan juga bahwa Penerapan prinsip First In First Out (FIFO) yang sudah komputeris, sebagai mekanisme sistem antrean buat pemohon yang sudah terintegrasi secara elektronik dengan Korlantas Polri. “Sudah all in one for all pokoknya,”paparnya.

Prinsip FIFO ini menurut Zaenudin lagi, merupakan skema sistem digital yang mengatur sistem antrean pemohon. Melalui FIFO ini juga bisa diketahui berapa pemohon yang lulus dan yang tidak lulus setiap hari. “Termasuk juga mencegah masuk orang yang bukan pemohon jika masuk ke ruangan dalam Satpas, itu akan terekam,”tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa Satpas Prototype Subang disokong teknologi digital era Generasi Alpha yang sulit diakali. Setiap pemohon SIM akan diberikan kartu berchipset, yang mesti discan agar bisa masuk ke setiap proses tahapan pembuatan SIM.

Yang terpenting lagi bahwa, Satpas Polres Subang sudah meniadakan batas pemohon SIM setiap hari. “Berapa pun jumlah pemohon yang datang dan mendaftar pada hari yang sama, saat jam kerja kami melayani hingga tuntas,” pungkasnya

 

Related posts

Amankan Situasi di Bulan Ramadan Polisi Data Para Remaja yang Pernah Terlibat Tawuran

JournalReportase

Kopi Restorative Justice, Polsek Kembangan Damaikan Pasutri KDRT

JournalReportase

Sumbangkan Buah Pemikiran, Kapolres Metro Bekasi Coba Pecahkan Masalah Pertanian!

JournalReportase

Leave a Comment