SHARE

Journalreportase.com, Melalui musik Yayasan Jayakarta Nada Persada mengagumi keindahan nusantara. Berangkat dari pemahaman betapa luar biasanya kekayaan khazanah musik nusantara itulah, yayasan yang diinisiasi Dedi Sjahrir Panigoro itu, mengemas dan melaraskan dua konsep pertunjukan musik, dan akan mempersembahkan keindahan lantunan nada dan suara dari para musisi pilihan.

Persembahan ini, sebagaimana dijelaskan Dedi Sjahrir Panigoro (DSP), berikhtiar menyampaikan pesan harmonis bahwa Indonesia sangat kaya nilai seni dan budayanya. Konser bertajuk “Selendang Nusantara” bukan hanya sekadar konser untuk mencari keramaian semata, tetapi sebagai manifestasi cinta untuk Indonesia.

Lewat konser ini, penikmat musik, diharapkan dapat menjaga rasa cintanya pada Indonesia. Dan via musik mengajak semua generasi muda serta dewasa untuk bersama menikmati konser langka ini pada Kamis, 25 Januari 2018 di Soehanna Hall-The Energy Building SCBD lot 11 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta.

Di bawah racikan Jayakarta Symphony Orchestra (JSO), konser akan dibuka dengan Musical Soiree mulai pukul 16.00-17.00 WIB.  Disusul dengan Konser Selendang Nusantara pukul 18.30 s.d selesai. Yang melibatkan musisi-musisi muda bertalenta, diantaranya Nathania Karina, Purwacaraka, Gevorg Sargsyan, Giring Ganesha, Amar Ibrahim, Gabriel Harvianto, Jessica januar, Putu Sastrani, Aditya Setiadi, dan Voctaville Choir.

“Konser ini timbul dari pertanyaan saya kepada diri saya sendiri, bagaiamana mengukur cinta kepada Indonesia?,” ujar DSP di Jakarta, akhir pekan ini.

DSP mengaku mencintai musik sejak kanakkanak, dan akan terus mengasah kecintaan musikalnya pada berbagai genre musik Indonesia sampai nanti. Berangkat dari pertanyaan mendasar itulah, DSP menanam benih berupa wadah bagi generasi muda,  untuk berkarya dan menunjukkan cinta mereka kepada Indonesia di Jayakarta Symphony Orchestra (JSO).

JSO akan membagi perunjukannya dalam dua babak. Masing-masing babak berdurasi 45 menit, dengan intermission selama 15 menit. Beberapa lagu magnum opus akan dibawakan, seperti Di Bawah Sinar Purnama, Don’t Rain On My Parade, Laskar Pelangi, This is The Moment, Indonesia Jaya, Syukur, Selendang Sutra, Sabda Alam, Rindu Lukisan dan beberapa nomor sohor lainnya.

Konser Selendang Nusantara juga mengajak para penikmat musik untuk berpartisipasi di kompetisi sederhana melalui media sosial Instagram @selendang.nusantara yang berhadiah tiket Musical Soiree gratis.

Melalui konser ini, DSP, selaku ketua Yayasan Jayakarta Nada Persada tidak akan berhenti pada titik hanya menjadi pecinta seni, terutama seni musik. Tetapi akan selalu dan terus menyediakan wadah untuk generasi muda untuk berkarya dan menunjukan cinta kepada Indonesia. Karena menurutnya, mencintai Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai media.

“Salah satunya dengan musik, ” tekannya.

Dia juga berharap, semua generasi tetap bersemangat untuk melestarikan kekayaan seni dan budaya Indonesia, dengan terus membangun dan berkarya demi Indonesia yang sejahtera dan bermartabat.

“Saya berharap terus dijalin hubungan harmonis dan tetap berupaya untuk saling memahami sehingga jarak antargenerasi tidak menjadi penghalang bagi satu sama lain untuk saling mendukung,” imbuh dia.

Dia juga berharap Negara dapat dan bisa memberikan penghargaan kepada pahlawan musik Indonesia, yang telah mewarnai dan mencintai Indonesia, dengan karya musik abadinya. Caranya dengan memberikan dana pensiun kepada ahli warisnya, dengan menghadiahkan BPJS misalnya.

“Itu tidak ada harganya buat negara, tapi sangat berarti buat penerima dan ahli warisnya,” katanya.

Konser Selendang Nusantara juga membuka Donasi untuk Pulau Sumba berupa sepatu layak pakai dan buku-buku bacaan sebagai bentuk kepedulian kepada literasi Indonesia.

Pertunjukan yang juga didukung penuh oleh Medco Group, Bahana, Peruri, Antam dan masih banyak lagi ini diharapkan akan sukses dan meriah serta dapat dinikmati oleh semua generasi. Tentang Jayakarta Symphony Orchestra Jayakarta Symphony Orchestra (JSO), dengan Artistic Derector, Nathania Karina, D.M.A lulusan Doctor of Musical Arts Degree di Music Education Boston University dan Master of Music in Piano Performance & Music Education di The University of Melbourne. Nathania juga aktif tampil dan memberikan seminar dalam berbagai Music Festival ataupun workshop. Dia juga Co-Founder Andante Music School yang memberikan pelajaran musik kepada siapa saja yang membutuhkan. Nathania menulis dan memadukan musik dalam berbagai project seperti Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), sebuah non-profit orchestra yang berada di Jakarta, Music Avenue dan Musicmind, sebuah organisasi yang fokus pada pendidikan yang sukses mengadakan Indonesia Orchestra & Ensemble Festival serta beberapa acara lainnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY