SHARE

DEPOK- Journal Reportase,- Satlantas Polresta Depok, menangkap enam orang yang di duga calo yang berkeliaran di salah satu kantor pelayanan penerbitan surat izin mengemudi (SIM) di Pasar Segar, Kota Depok.
Ke enam Pria tersebut langsung diintrogasi seputar kegiatan mereka di kantor pelayanan SIM. Saat diamankan dan diperiksa oleh Satlantas Depok tidak ditemukan barang bukti berupa uang dari pratik percaloan dan SIM.
Sidak yang dilakukan pada Sabtu (9/9/17), atas perintah Kapolres Kombes Herry Heryawan dan Kasat Lantas Kota Depok Kompol. Kapolres memberikan perhatian sangat besar dari laporan masyarakat di mana ada sejumlah orang yang menawarkan jasa kepada pemohon SIM untuk dengan mudah mendapatkan SIM tanpa perlu melaksanakan ujian teori dan praktek. “. “Enam orang yang kami bawa setelah diperiksa tidak ditemukan barang bukti, kami berikan peringatan dan pernyataan tertulis untuk tidak melakukan percaloan lagi,” ungkap Kanit Regident Polresta Depok AKP Rieki Indra Brata.
Informasi yang diterima dari masyarakat, kata Rieki, mereka menawarkan jasa pembuatan SIM tanpa melalui prosedur yang benar kepada pemohon baru. Mereka, katanya, mematok tarif pembauatn SIMC sebesar Rp 500 ribu dan SIM A sebesar Rp 600 ribu. Padahal, untuk diketahui, biaya resmi pembuatan SIM C adalah 100 ribu dan SIM A sebesar Rp 120 ribu.
“Mereka menawarkan pembuatan SIM langsung foto tanpa melalui prosedur tes tertulis dan juga tes praktik,” imbuhnya.
Rieki mengimbau masyarakat pemohon SIM tidak meminta bantuan calo. Pemohon diimbau menjalani tes SIM sesuai dengan prosedur. Kepada Masyarakat yang mengetahui adanya praktik percaloan dan dirugikan segera mengadukannya melalui website www.satlantas.polrestadepok.com atau mengirimkan SMS ke nomor 085777771186 dengan cara ketik: Lapor#isi-laporan#namapelapor.
Langkah yang diambil dalam memerangi percaloan, AKP Rieki menyebutkan pihaknya telah membuat sistem satu pintu (one gate System) bagi pemohon akan diperiksa kelengkapan persyaratan administrasi oleh anggota yang jaga didampingi Provost.
“Selain penerapan sistem satu pintu yang kita terapkan dalam menghindari calo saat membuat SIM. Kita juga menempatkan rekaman cctv tersebar di delapan titik di Satpas Pasar Segar sebagai upaya pemantauan dari dalam anggota sehingga dapat diantisipasi,” ujarnya. [red]

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY