Journal Reportase
Otonomi Daerah

Peringatan Isra Mi’raj Kapolres Singgung Hoaks

JOURNALREPORTASE,- LUMAJANG,- Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, menghadiri rangka acara Isra’ Mi’raj dan Harlah NU ke-96 di gedung Nahdlatul Ulama (NU), Lumajang, Rabu (3/4/2019).

Dalam sambutannya, Arsal menyinggung terkait infornasi- inforamasi yang belakangan ini marak dan menjadi perbincangan masyarakat. Ramainya semburan berita berita fitnah, ujaran kebencian atau hoaks yang tak jelas asal asulnya, bisa berakibat situasi menjadi gaduh dan jika hal itu dibiarkan akan berpotensi memecah belah kehidupan ditengah masyarakat.

Arsal mengutip pernyataan Presiden Afganistan agar kita selalu waspada terhadap Hoaks yang beredar, pasalnya, kata, Presiden negara mereka ricuh karena hoaks, di mana akhirnya bunuh-bunuhan antar sesama..

Arsal membeberkan, belakangan ini semakin banyak hoaks yang bertebaran di media sosial. Pengguna Medsos di Indonesia sekitar 40% dari seluruh penduduk Indonesia.Kita tiap hari tidak bisa lepas lebih dari 7 menit dari handphone.Bahkan, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi tidak lepas dari Medsos,” lanjut Arsal.

Menurut Kapolres, maraknya hoaks yang beredar dikarenakan adanya motif ekonomi. Menurut data yang terhimpun, seseorang bisa mendapatkan pemasukan dari google adsense hingga 1 Milyar dalam Setahun dari konten hoaks yang diproduksi.

“Situasi politik bergandeng dengan motif ekonomi menambah subur produksi hoaks, karena semakin banyak permintaan,”ujar Arsal.

Penyebar Hoaks menurut Arsal, biasanya menggunakan akun-akun palsu. Jika targetnya laki-laki maka menggunakan gambar perempuan yang cantik agar menarik, begitupun sebaliknya.

“hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan bahwa daerah yang kental nuansa agamanya paling tinggi termakan isu hoaks. Hal ini, katanya karena terbiasa dengan dogma.”Jadi harus dipercayai tidak usah di tanya. Itu yang menyebabkan Hoaks mudah di terima,”Arsal menanbahkan.

Kapolres Lumajang membuka trik agar tidak mudah terkena hoaks. Salah satunya adalah masyarakat harus meningkatkan rasa kritis terhadap berita yang ada, jangan ditelan mentah-mentah.

“Saring dulu sebelum sharing. Aktif bertanya kepada yang ahli dalam masalah hal tersebut. Seperti masalah keputusan Munas NU tentang Kafir yang kemudian di goreng, dan menjadi banyak hoaks,” lanjut Arsal.

Pada kesempatan yang bahagia ini, Arsal berterima kasih terhadap Nahdlatul Ulama dan tokoh-tokohnya yang tetap meneguhkan persatua7n dan toleransi dan tidak berbau radikal dalam berdakwah.

“Ulama dan Umaro harus bersatu yang merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan, tetapi mempunyai tujuan sama,” pungkas Arsal.

Dalam kegiatan ini, tema yang diangkat, adalah “Peran Thoriqoh dalam memperkuat Sendi Agama dan Negara”.

Related posts

Operasi Zebra Untuk Kepentingan Keselamatan Lalu Lintas

redaksi JournalReportase

Bersama Tiga Pilar Korem 052/Wkr Rayakan Natal

redaksi JournalReportase

Satpas SIM Kota Depok Ciptakan Layanan Prima Dan Tidak Mentolerir Keberadaan Calo

Leave a Comment