Journal Reportase
Breaking NewsNasional

Begini Cara Indonesia Hadapi Industri 4.0

JournalReportase.com, Jakarta,- Revolusi Industri 4.0 bukanlah sebuah khayalan melainkan keniscayaan. Industri 4.0 adalah keadaan di mana manusia layak mengatur mesin. Kemudian data dan teknologi menjadi market yang menguntungkan. Dari sana, manusia berinovasi melalui teknologi dan data yang terhimpun. Lantas, bagaimana manusia (SDM) di Indonesia bisa menghadapi persaingan berbasis industri 4.0.

Kemudian bagaimana filosofi ini mampu menjembatani kemampuan manusia yang bisa bersinergi dengan teknologi. Kendati pada kenyataannya Indonesia cukup terlambat dalam menghadapi ini, namun Indonesia tetap optimis untuk menjadikan teknologi sebagai ladang bisnis yang menggiurkan.

“Yang kita butuhkan, tahun 2015-2020 adalah digital talent masuk ke ekonomi Indonesia. Dari mana kita dapat? Perguruan tingi menghasilkan gelar sarjana. Saat ini pemerintah fokus pada skill atau vokasional. Setiap tahun kita butuh 600.000 digital talent,” ungkap Rudiantara.

Seperti diketahui Indonesia membutuhkan 600 ribu tenaga kerja digital baru setiap tahunnya. Untuk memenuhi kuota tersebut, maka pemerintah pun sudah menyiapkan beasiswa dengan total Rp 140 miliar.

“Kita butuh sebanyak 600 ribu digital talent setiap tahun dari berbagai level. Seperti teknisi, engineering, spesialis sampai managerial,” sebut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam dalam diskusi Forum Merdeka Barat, Gedung Kemenkominfo, Jl Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah juga fokus mempersiapkan di level teknisinya. Sebab, keterampilan yang akan dikuasai nantinya akan langsung terjun ke masyarakat, seperti pelaku startup.

Makanya, sejak 2018 pemerintah sudah menyiapkan beasiswa untuk belajar digital. Pada tahun pertamanya saja, Indonesia sudah meluluskan seribu orang untuk langsung bekerja di masyarakat. Di tahun ini, pemerintah juga bakalan menargetkan seribu orang lagi untuk mendapatkan beasiswa secara cuma-cuma.

“Memangkan targetnya 20 ribu, yang daftar itu sampai 46 ribuan, lalu disaring menjadi 21 ribu. Dan yang sudah diterima itu seribu,” ucap Rudiantara.

Menurutnya, pada pertengahan April nanti, bagi mereka lulusan SMA atau SMK, D3 atau S1, hingga maksimal berusia 29 tahun, bisa ikut mendaftar secara online untuk beasiswa ini. Sebab, pemerintah menargetkan kaum milenial untuk menjadi pelaku startup dan pembangun ekonomi digital di Indonesia menyambut revolusi industri 4.0. Lalu, nantinya mereka akan ditempatkan di 40 universitas negeri dan swasta, terutama politeknik yang ada di Indonesia.

“Pemerintah yang bayar, Menkominfo mengeluarkan sekitar Rp 140 miliar. Itu untuk pinjaman ke kampus, tenaga pengajar, sampai transportasi mahasiswanya,” kata Rudiantara
Ke depan, menurut Menkominfo, Indonesia juga berencana akan membangun satelit sendiri. Hal itu bertujuan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan kompetitif.

“Ke depan, tahun 2022, akan ada satelit. Awal April akan ditetapkan siapa pemenang yang merancang, membangun dan meluncurkan satelit tersebut.Sehinga, ke depan tidak ada lagi pendidikan yang tertinggal karena tidak terhubung dengan internet. Tidak ada lagi Puskesmas yang tidak terhubung dengan internet agar kecepatan pelayanan kesehatan bisa maksimal,” jelas Rudiantara.

Selanjutnya, Menkominfo menjelaskan, ada pesantren dan madrasah yang jumlahnya ada 2.000 lebih yang juga sudah terhubung dengan internet.

“Bahkan, kantor desa juga sudah terhubung dengan internet. Semua harus terhubung, seperti kantor koramil dan kantor polsek. Ini sesuai arah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita,” ucapnya.

“Saat ini, di google, apple dan IBM, tidak lagi membutuhkan ijazah. Tapi setelah lulus tes, yang diminta adalah akun emailnya. Tidak lagi dipersyaratkan lulusan apa, SD, SMP atau SMA. Yang penting lulus pada saat tes. Itulah perkembangan dan dinamika yang terjadi di tingkat global,” sambungnya.Kominfo

Related posts

Pemilu, Pangdam Tekankan Netralitas Prajurit

redaksi JournalReportase

Perayaan Idul Adha Lumajang Kondusif Cobra Patroli Cipkon

redaksi JournalReportase

Tiga Tersangka Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Jalani Pemeriksaan Selama 9 Jam di Pola Metro Jaya

redaksi JournalReportase

Leave a Comment