Journal Reportase
Nasional

Ditjen Imigrasi Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Gratifikasi dan Integritas Pegawai

SURABAYA -JOURNALREPORTASE- Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan Kepala Satuan Tugas Program Pengendalian Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nensi Natalia, dalam Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal Terintegrasi yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 1–3 Juli 2026.

Kehadiran perwakilan KPK tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas dan mencegah praktik gratifikasi di lingkungan keimigrasian.

Kegiatan ini diikuti 272 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan tinggi pratama, kepala kantor wilayah, hingga kepala unit pelaksana teknis keimigrasian dari seluruh Indonesia.

Melalui forum tersebut, Ditjen Imigrasi membekali para peserta dengan penguatan tata kelola, kepatuhan internal, serta budaya antikorupsi sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

Dalam pemaparannya, Nensi Natalia menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam pengendalian gratifikasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas, menghindari konflik kepentingan, melaporkan harta kekayaan secara berkala, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menerima gratifikasi.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, yang membuka kegiatan tersebut menekankan bahwa setiap aparatur sipil negara di lingkungan imigrasi harus menjunjung tinggi integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Integritas dan kepatuhan harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Masyarakat tidak hanya menilai hasil kerja kita, tetapi juga menilai bagaimana proses pelayanan itu diberikan,” ujar Hendarsam.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap institusi dibangun tidak hanya melalui capaian kinerja, tetapi juga melalui proses pelayanan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Karena itu, integritas menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah organisasi.

Sosialisasi tersebut juga berfokus pada penguatan kurikulum pencegahan penyimpangan melalui implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Para peserta memperoleh materi mengenai penegakan kode etik, budaya kerja antikorupsi, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), hingga penguatan fungsi penegakan hukum keimigrasian.

Selain itu, Ditjen Imigrasi mendorong optimalisasi manajemen risiko benturan kepentingan dan mekanisme whistleblowing system untuk mendeteksi potensi maladministrasi sejak dini.

Untuk memperkuat sinergi pengawasan, Ditjen Imigrasi juga menghadirkan Direktur Pengawasan Bidang Politik dan Penegakan Hukum Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Moch. Fachrudin, serta Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Robertus Na Endi Jaweng.

Hendarsam menegaskan bahwa kepatuhan internal tidak boleh dipandang sebatas fungsi pengawasan atau penindakan, melainkan harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran.

“Kepatuhan internal tidak boleh dipandang semata-mata sebagai fungsi pengawasan atau penindakan terhadap pelanggaran. Kepatuhan internal harus menjadi budaya kerja yang hidup dalam setiap organisasi, mulai dari pimpinan hingga pelaksana,” katanya.

Pada akhir kegiatan, Hendarsam meminta seluruh kepala kantor wilayah dan kepala unit pelaksana teknis keimigrasian segera mengimplementasikan hasil sosialisasi di lingkungan kerja masing-masing. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk menekan potensi penyimpangan sekaligus memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan Ditjen Imigrasi.

“Marilah kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat tata kelola keimigrasian yang bersih, transparan, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” ujar Hendarsam.

 

Related posts

Korban Kebakaran di Rawamangun Dapat Bantuan Dari Kodim 0505/ Jakarta Timur

redaksi JournalReportase

BEM PTNU Se-Nusantara Dorong DPR Revisi UU Polri

redaksi JournalReportase

Di Pondok Pesantren, Unit I Narkoba Polres Jakbar Gelar Vaksinasi Tahap II dan Penyuluhan Bahaya Narkoba

redaksi JournalReportase

Leave a Comment