Journal Reportase
Hiburan

SHOW Token Luncurkan Ekosistem Hiburan Berbasis Blockchain, Siapkan Dana Investasi US$100 Juta untuk Industri Film

JAKARTA- JOURNALREPORTASE – SHOW Token resmi meluncurkan ekosistem hiburan berbasis blockchain di Jakarta, Jumat (26/6/2026), sebagai langkah memperkuat pendanaan industri perfilman Indonesia sekaligus membuka akses investasi digital bagi masyarakat.

Peluncuran yang mengusung tema “Bridging Crypto and Entertainment: Invest Beyond the Screen” tersebut memperkenalkan platform yang menghubungkan kreator, investor, dan penikmat film dalam satu ekosistem digital berbasis teknologi Web3 dan blockchain.

CEO SHOW Token, Akshay Melwani, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam industri kreatif, namun masih menghadapi tantangan dalam memperluas akses karya lokal ke pasar internasional.

“Indonesia memiliki kekayaan cerita yang luar biasa. Tantangannya adalah akses menuju pasar internasional,” ujar Akshay.

Menurutnya, SHOW Token membangun ekosistem digital yang memungkinkan karya kreator Indonesia lebih mudah diakses sekaligus memperoleh apresiasi dari masyarakat global.

Ekosistem SHOW Token dibangun di atas jaringan Ethereum ERC-20 yang mendukung keamanan transaksi dan implementasi smart contract. Perusahaan menetapkan total pasokan sebanyak 100 juta token untuk menjaga kelangkaan aset digital serta stabilitas ekosistem.

SHOW Token menghadirkan lima pilar utama, yakni SHOW Movie, SHOW AI & Marketplace, SHOW Capital & Index, SHOW Token, dan SHOW Kids.

SHOW Movie mengusung konsep watch & earn yang memberikan berbagai manfaat kepada pemegang token saat menikmati film.

Sementara SHOW AI & Marketplace menyediakan ruang produksi berbasis kecerdasan buatan serta distribusi aset digital. Adapun SHOW Kids berfokus mengembangkan kekayaan intelektual animasi yang mengangkat budaya Indonesia.

Sebelum memasuki pasar Indonesia, SHOW Token telah diperdagangkan di sejumlah bursa aset kripto internasional, antara lain Toobit dan Bitconomy.

Perusahaan menilai kehadiran di bursa global tersebut memperkuat likuiditas sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek yang dikembangkan.

Sebagai bagian dari ekspansi bisnis, SHOW Token menyiapkan dana investasi sebesar US$100 juta yang akan dialokasikan untuk mendukung industri kreatif di Asia Tenggara dengan fokus utama Indonesia.

Dana tersebut akan disalurkan langsung ke berbagai proyek produksi film guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku industri kreatif.

Realisasi investasi dimulai pada Juni 2026 melalui keterlibatan SHOW Token sebagai Executive Producer film horor Cerita Lila bersama MVP Pictures. Film tersebut mencatat sekitar 500 ribu penonton pada pekan pertama penayangannya.

Perusahaan juga akan melanjutkan kolaborasi melalui produksi film Sihir Tanah Kubur yang dijadwalkan tayang pada Juli 2026.

Sepanjang 2026, SHOW Token menargetkan pendanaan lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama bersama sejumlah rumah produksi, termasuk MVP Pictures, A&Z Production, serta studio lokal maupun internasional.

Melalui konsep Decentralized Executive Producing, pemegang SHOW Token dapat berpartisipasi dalam pendanaan film sekaligus memperoleh berbagai manfaat, seperti akses eksklusif ke proses produksi, undangan gala premiere, tiket gratis,

exclusive reward berbasis kekayaan intelektual, hingga peluang memperoleh pembagian pendapatan sesuai ketentuan ekosistem.

Chief Operating Officer SHOW Token, Joshua Khubani, mengatakan investasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga bertujuan membangun sistem pendanaan yang lebih efisien bagi industri kreatif digital.

“Indonesia memiliki talenta besar. Kami ingin menghadirkan sistem pendanaan yang lebih efisien,” kata Joshua.

Ia menilai banyak kreator masih menghadapi kendala dalam memperoleh pembiayaan maupun distribusi karya. Karena itu, SHOW Token berupaya menghadirkan solusi melalui teknologi blockchain dan Web3.

Perusahaan berharap peluncuran ekosistem tersebut menjadi awal kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri perfilman, komunitas teknologi, serta investor dalam mempercepat transformasi digital sektor kreatif nasional.

Dengan dukungan teknologi dan model pendanaan yang lebih terbuka, SHOW Token optimistis industri perfilman Indonesia dapat semakin kompetitif di tingkat global sekaligus membuka peluang baru bagi penulis, sutradara, animator, hingga rumah produksi nasional.

Related posts

Jawab Isu Royalti, Piyu Padi Hadirkan Mantra Digital sebagai Infrastruktur Data Musik

journalreportase

Levi Zahira Kembali Ramaikan Industri Dangdut dengan Single “Kelelawar Malam”

redaksi JournalReportase

Happy Asmara Dipilih Jadi Ikon Kolaborasi Pokémon di Indonesia

journalreportase

Leave a Comment