Journal Reportase
News

BBM Naik dan MBG Jadi Ladang Korupsi, GMKI Jakarta Tak Ragu Hajar Rezim Prabowo-Gibran

JAKARTA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta menggelar aksi mimbar bebas dalam rangka memperingati Hari Reformasi di depan Sekretariat GMKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) malam.

Aksi ini mengusung sejumlah tuntutan mulai dari penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kritik terhadap semakin banyaknya keterlibatan unsur TNI dalam jabatan sipil.

Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Revolusi NKRI Harga Mati, BBM Naik Dollar Naik Emosi Juga Naik, Kembalikan TNI ke Barak, Hentikan MBG“.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai kondisi ekonomi saat ini semakin membebani masyarakat akibat kenaikan harga BBM dan menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

“Kami mahasiswa GMKI hadir di sini untuk menyuarakan tuntutan atas situasi yang terjadi saat ini. Harga BBM naik dan nilai tukar dolar juga meningkat. Kondisi ini tentu akan berdampak luas kepada masyarakat,” ujar orator.

Mereka juga menyoroti program MBG lantaran tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.

“Kami meminta agar program MBG segera dihentikan karena tidak menguntungkan rakyat. Program ini justru berpotensi menjadi ladang korupsi bagi oknum-oknum yang memanfaatkan anggaran negara,” ucapnya.

Selain isu ekonomi, massa aksi turut mengkritisi keterlibatan TNI dalam sejumlah sektor sipil. Mereka menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat reformasi yang diperjuangkan sejak 1998.

“Kami meminta agar TNI segera dikembalikan ke barak sesuai tugas pokok dan fungsinya. Saat ini kami melihat keterlibatan militer sudah terlalu jauh merambah kehidupan sipil dan berbagai jabatan publik,” bebernya.

Mahasiswa berharap pemerintah mendengar berbagai kritik dan aspirasi yang disampaikan dalam momentum peringatan Hari Reformasi tersebut.

“Oleh karena itu kami berharap pemerintah benar-benar mendengarkan suara rakyat dan segera mengevaluasi berbagai kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat,” tegas orator.

Diketahui, aksi tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan setelah massa membakar ban bekas di tengah Jalan Salemba Raya sekitar pukul 19.30 WIB. Asap tebal yang muncul menyebabkan arus lalu lintas tersendat di sekitar lokasi.

Related posts

5 Calon Kuat Pengganti Kapolda Metro Irjen Fadil Imran Versi ICK, Yuk Simak!

redaksi JournalReportase

Kehadiran Militer di Papua Timbulkan Berbagai Persoalan Sosial

redaksi JournalReportase

Dekati Pemilu & Putusan MK soal UU Ciptaker, KPBI-Gebrak Junjung Tinggi Perdamaian

redaksi JournalReportase

Leave a Comment